Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cara Tak Lazim di 7 Negara dalam Hadapi Corona, Ada Jadwal Lockdown Berdasarkan Nomor KTP

Simak cara tak lazim di 7 negara dalam menghadapi wabah Corona. Ada negara yang menerapkan jadwal lockdown berdasarkan nomor KTP.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Cara Tak Lazim di 7 Negara dalam Hadapi Corona, Ada Jadwal Lockdown Berdasarkan Nomor KTP
AFP
Panama memberlakukan jadwal lockdown berdasarkan jenis kelamin. 

"Kamu belum melhat mereka beterbangan, kan? Aku juga tidak melihatnya! Ini wilayah es. Olahraga yang berkaitan dengan es adalah obat antivirus terbaik! jelasnya dalam wawancara.

Dia juga mengutip, meminum alkohol dan pergi ke sauna adalah cara untuk menangkal virus.

Pernyataannya bertentangan sepenuhnya dengan saran para ahli.

5. Swedia

Tidak seperti negara-negara tetangganya, Swedia bersikap santai ketika lockdown dilakukan.

Pemerintah berharap, orang-orang dapat berperilaku bijaksana dan memercayai mereka untuk melakukan hal yang benar.

Dalam lockdown, pertemuan lebih dari 50 orang dilarang pada hari Minggu.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, sekolah di bawah SMA tetap buka.

Pub dan restoran masih membuka layanan dan banyak orang masih bersosialisasi seperti biasa.

Strategi ini memicu pro kontra, baik di dalam maupun di luar negeri.

Hanya waktu yang dapat menjawab, apakah pendekatan santai Swedia ini akan menjadi bumerang.

6. Malaysia

Malaysia memasuki fase kedua Movement Control Order (MCO). Pemerintah akan membatasi jumlah orang dalam mobil pribadi. Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri mengatakan, orang boleh berpergian dengan mobil tapi hanya satu orang.
Kebijakan tersebut akan efektif pada 1 April 2020.
Malaysia memasuki fase kedua Movement Control Order (MCO). Pemerintah akan membatasi jumlah orang dalam mobil pribadi. Menteri Pertahanan Malaysia, Ismail Sabri mengatakan, orang boleh berpergian dengan mobil tapi hanya satu orang. Kebijakan tersebut akan efektif pada 1 April 2020. (Malay Mail)

Nasihat yang ditawarkan di Malaysia tidak kalah kontroversial.

Pemerintah terpaksa meminta maaf setelah kementerian perempuan mengunggah kartun secara online.

Kartun tersebut menganjurkan para istri untuk berpakaian, memakai riasan, dan menghindari omelan para suami selama lockdown diberlakukan.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas