Tak Perlu Takut, Jenazah Pasien Positif Covid-19 Ditutup Berlapis & Didisinfeksi hingga Aman Dikubur
Perlu diketahui, masyarakat tak perlu takut pada jenazah yang meniggal dunia karena positif corona atau Covid-19.
Editor:
Siti Nurjannah Wulandari
TRIBUNNEWS.COM - Perlu diketahui, masyarakat tak perlu takut pada jenazah yang meniggal dunia karena positif corona atau Covid-19.
Pihak rumah sakit telah merawat pasien covid-19 dengan sangat baik dan aman.
Jenazah akan dibungkus berlapis-lapis, hingga memastikan tidak ada kebocoran.
Dengan demikian, tidak perlu ada alasan bagi warga untuk menolak kedatangan jenazah seperti di sejumlah daerah.
Apalagi sampai menolak dikuburkan di wilayah di mana pasien itu tinggal.
“Jenazah itu diperlakukan khusus sampai ke liang,” kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kulon Progo, Ananta Kogam Dwi Korawan, Jumat (3/4/2020).
Baca: Jawab Tantangan dr Tirta Jual Mobil Buat Donasi, Ini Sosok Youtube Ridwan Hanif, Dipanggil Sultan!
Baca: 226 dari 637 Jemaat Acara Keagamaan di Lembang Bandung Terpapar Covid-19
Baca: Ridwal Kamil Keluarkan Instruksi Gubernur, Setiap Pemakaman Jenazah Covid-19 Dikawal TNI-Polri
Kogam mengungkapkan, pemerintah dan rumah sakit memiliki standar melayani jenazah korban tertular virus SARS CoV-2 ini.
Rumah sakit akan membungkus sangat rapat jenazah dengan plastik dan diikat.
Mayat juga dibungkus kantung, dimasukkan dalam peti, dan ditutup rapat. Selain itu ada proses disinfeksi.
Penanganan dari rumah sakit sampai ke kubur juga khusus. Dengan upaya demikian, warga diminta tidak perlu cemas pada jenazah pasien Covid-19.
“Sudah aman,” kata Kogam.
Kogam mengungkapkan, dengan penanganan seperti itu, seharusnya warga tidak perlu takut, apalagi sampai menolak jenazah korban Corona.
Baca: 12 Kelurahan di Jakarta Barat Nol Kasus Covid-19
Baca: Lebih dari 1 Juta Orang Positif Covid-19, Simak Cara Penyebaran Virus Corona yang Sering Terjadi
Baca: PDP Asal Brebes Meninggal di RSUD Kardinah Setelah Dirawat Selama 3 Hari
Ketakutan sebagian warga dinilai berlebihan. Ironisnya, ketakutan itu dibumbui informasi yang tidak benar via media sosial tentang jenazah pasien dan penyakit Covid itu sendiri.
Warga dinilai belum bisa membedakan informasi yang benar atau tidak. Persoalan penyakit menular pun malah melebar menjadi persoalan sosial.
“Karenanya masyarakat harus bisa menyaring informasi dengan tidak mentah-mentah menerima informasi itu. Mari tanyakan ke yang berkompeten,” kata Kogam.
Baca tanpa iklan