Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Lockdown di Wuhan Dicabut, Tapi Kehidupan Masih Lesu dan Masyarakat Rasakan Trauma

Pada Rabu (8/4/2020) China mengakhiri lockdown atau penguncian Kota Wuhan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Lockdown di Wuhan Dicabut, Tapi Kehidupan Masih Lesu dan Masyarakat Rasakan Trauma
Sky News
Kota Wuhan merayakan dibukanya kembali kota itu setelah penguncian akibat wabah corona selama dua bulan dengan pesta spektakuler. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada Rabu (8/4/2020) China mengakhiri lockdown atau penguncian Kota Wuhan.

Sebelumnya, ibukota Provinsi Hubei ini adalah pusat munculnya virus corona untuk pertama kalinya.

Mengutip New York Times, kota ini adalah saksi bisu penyakit yang bernama pneumonia Wuhan dengan cepat berubah menjadi pandemi Covid-19 yang menjangkiti hampir seluruh dunia.

Baca: Akhiri Lockdown, Wuhan Rayakan Pesta Meriah, Animasi Petugas Medis Penuhi Gedung Pencakar Langit

Baca: FAKTA Status Lockdown Wuhan Berakhir, Profesor Harvard Ingatkan Gelombang Ke-2 Infeksi Virus Corona

Wabah yang sampai hari ini tidak hanya menjadi krisis kesehatan, tapi juga mengguncang perekonomian semua negara terjangkit.

Wuhan akhirnya lepas dari belenggu lockdown setelah lebih dari 10 minggu menjadi gambaran kota yang memprihatinkan.

Bahkan setiap detik perkembangannya dipantau semua mata dunia, sebagai bahan pembelajaran cara menangani wabah yang sangat besar ini.

Di Wuhan, virus SARS-CoV-2 ini membunuh ratusan ribu jiwa.

Rekomendasi Untuk Anda

Momen tersebut akan membekas menjadi trauma yang akan diingat selalu.

Kawasan bisnis sudah dibuka kembali, namun jalanan di depannya sepi dan mungkin kelesuan ini akan bertahan cukup lama.

Sementara itu, otoritas setempat terus mengatur kedatangan dan kepergian dari pusat kota Provinsi Hubei ini.

Pemerintah China memutuskan menutup Wuhan, kota pusat industri ini pada akhir Januari lalu.

Saat itu langkah ini dinilai dunia sebagai cara yang terlalu ekstrim dan nekat.

Namun seiring menjamurnya pandemi, kini lockdown sudah diadopsi sejumlah negara di Eropa dan Asia.

Sementara itu, 11 juta penduduk Wuhan harus berkorban untuk kehilangan penghasilan, kehidupan sehari-hari terganggu, dan yang terakhir terjadi adalah angka perceraian meningkat.

Pembebasan lockdown ini dilakukan karena hanya ada tiga kasus infeksi baru selama tiga minggu.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas