Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warga Kampung di Pulokulon Grobogan Diminta Rapid Tes Gara-Gara Satpam Positif Corona Mudik

Seharusnya menjalani isolasi mandiri, oknum satpam justru menghadiri acara tahlilan 40 hari meninggalnya ibunya dan main voli bersama warga kampung

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Warga Kampung di Pulokulon Grobogan Diminta Rapid Tes Gara-Gara Satpam Positif Corona Mudik
shutterstock
Ilustrasi corona virus (Covid-19) 

TRIBUNNEWS.COM, GROBOGAN - Seharusnya melakukan isolasi mandiri, seorang satpam asal Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan justru berkontak dengan banyak orang.

Ia menghadiri acara tahlilan 40 hari meninggalnya ibunya dan main voli pria bersama warga kampung. 

Belakangan, hasil tes swab keluar dan ternyata satpam tersebut dinyatakan positif virus corona (Covid-19).

Rencananya, sejumlah warga diminta melakukan tes kilat atau rapid test virus corona.

"Tracing masih diupayakan. Selain keluarga, ada banyak orang yang sempat kontak dengan orang itu. Nanti, mereka akan kita rapid test," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo, Selasa (14/4/2020).

Pria yang bekerja sebagai satpam RSUP dr Kariadi Semarang itu sebenarnya pernah dirawat di rumah sakit karena memiliki gejala Covid-19.

Baca: KTT ASEAN 2020, Sepakat Pastikan Distribusi Pasokan Pangan dan Obat-obatan selama Pandemi Corona

Baca: Impor Maret 2020 Sebesar 13,35 Miliar Dollar AS, Meningkat 15,6 Persen

Setelah dirawat beberapa hari, dia keluar dari rumah sakit dengan catatan wajib menjalani karantina mandiri di rumah dinas Direktur RSUP dr Kariadi.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, pria tersebut tidak tertib dan justru pulang kampung sebelum masa isolasinya selesai.

Alasannya, dia ingin mengikuti acara 40 harian ibunya yang sudah meninggal.

"Jadi, harusnya masih menjalani isolasi mandiri. Namun, malah balik kampung dengan alasan ada hajatan 40 hari ibunya meninggal," ungkap Slamet.

Pada hari Minggu dan Senin, 12-13 April 2020, dia juga sempat bermain voli bersama kawan-kawannya di kampung.

Pria itu pun sempat membagikan nasi bancakan kepada warga terkait peringatan 40 hari kematian ibunya.

Ketika dirawat sebelum pulang kampung, pasien tersebut sempat diambil sampel swab tenggorokannya.

Baru pada Selasa (14/4/2020) hasilnya keluar dan positif.

Petugas RSUP dr Kariadi kemudian segera mendatangi dan menjemputnya untuk kembali diisolasi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas