Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Luhut Mengumpamakan Larangan Mudik Seperti Operasi Militer

Menteri Perhubungan ad interim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan larangan tersebut diterapkan setelah kementeriannya melakukan tiga kali survei.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Luhut Mengumpamakan Larangan Mudik Seperti Operasi Militer
Fitri Wulandari/Tribunnews.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara 'Soft Launching Agriculture War Room (AWR)' di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Pemerintah memutuskan memberlakukan larangan mudik karena adanya penyebaran Covid-19 atau virus corona.

Larangan mudik akan mulai deterapkan pada 24 Maret 2020.

Menteri Perhubungan ad interim Luhut Binsar Panjaitan mengatakan larangan tersebut diterapkan setelah kementeriannya melakukan tiga kali survei.

Berdasarkan survei terkahir pada 15 April lalu ternyata masih ada 24 persen masyarakat yang akan mudik pada bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Baca: Curhatan Pelatih Barcelona di Tengah Wabah Corona, Singgung Messi hingga Transfer Musim Panas

"Atas dasar itu dalam rapat terbatas tentang pembahasan antisipasi mudik melalui video conference pada selasa tanggal 21 April 2020, pemerintah memutuskan untuk melakukan pelarangan mudik pada saat ramadhan 1441 Hijriah maupun Hari raya Idul Fitri," kata Luhut dalam video conference, Selasa (21/4/2020).

Luhut mengatakan larangan mudik diberlakukan setelah pemerintah memberikan sejumlah bantuan Sembako kepada warga lapisan bawah di Jakarta dan daerah penyangganya di antaranya Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Serta dengan mengimplementasikan sejumlah program jaring pengamanan sosial bagi masyarakat mulai dari Kartu Pra-Kerja, kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, dan lainnya.

Baca: Cut Meyriska Panik saat Hamil di Tengah Wabah Covid-19, Istri Roger Cerita soal Jenis Kelamin Bayi

Menurut Luhut akan ada sanksi bagi masyarakat yang berkeras mudik nantinya.

Sanksi tersebut baru akan diterapkan pada 7 Mei atau 13 hari setelah pemberlakukan larangan mudik.

"Jadi strategi pemerintah adalah strategi yang bertahap. Kalau bahasa keren militernya adalah bertahap, bertingkat, dan berlanjut. Saya ulangi bertahap bertingkat dan berlanjut. Jadi kita tidak ujug-ujug bikin begini karena semua harus dipersiapkan secara matang, cermat," katanya.

Luhut mengibaratkan larangan mudik ini dengan operasi militer.

Baca: PKB Minta Tak Ada Larangan Mudik, Luhut : Tidak Bisa, Sudah Cukup Kami Ambil Risiko

Pemerintah menyiapkan logistik, kemudian ada tahap sosialisasi, dan kemudian eksekusi.

"Jadi kalau saya boleh umpamakan operasi militer, persiapan logistik dilakukan, persiapan sosialisasi dilakukan, latihan ini disiapkan baru kita semua eksekusi. Jadi mulai 24 ini itu akan berlaku larangan mudik. Walaupun sudah hampir 3 minggu ini kita melakukan PSBB yaitu tadi pelarangan yang berskala besar," katanya.

Karena itu menurut Luhut, selama larangan mudik, distribusi logistik tidak boleh terganggu. Jalan tol akan tetap dibuka, untuk distribusi logistik, alat kesehatan, dan perbankan.

"Dalam hal ini jalan tol tidak akan pernah ditutup. Tapi dibatasi hanya untuk kendaran-kendaraan logistik atau yang berkaitan dengan tadi kesehatan, berkaitan dengan perbankan dan sebagainya," katanya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas