Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

WHO Tegaskan Corona Berasal dari Kelelawar, Bukan Buatan Labolatorium

Saat konferensi pers di Jenewa, Swiss pada Selasa (21/4/2020), WHO mengatakan bahwa Covid-19 tidak berasal dari labolatorium.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Daryono
zoom-in WHO Tegaskan Corona Berasal dari Kelelawar, Bukan Buatan Labolatorium
TWITTER/THE SUN
Inilah empat fakta sup kelelawar, kuliner ekstrem dari Wuhan, China yang diduga menjadi penyebar virus corona. 

TRIBUNNEWS.COM - Saat konferensi pers di Jenewa, Swiss pada Selasa (21/4/2020), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa Covid-19 tidak berasal dari labolatorium.

Menurut pihak WHO, bukti yang ada sudah menunjukkan bahwa virus SARS-CoV-2 berasal dari hewan di China pada akhir tahun lalu.

Selain itu virus yang telah menjadi pandemi ini bukan merupakan hasil manipulasi dan produksi di dalam labolatorium, sebagaimana dikutip dari USA Today.

"Kemungkinan besar, kemungkinan, bahwa virus itu berasal dari hewan," kata juru bicara WHO Fadela Chaib.

Baca: Hasil Tes PCR PDP Aneh, Gugus Tugas Covid Buleleng Bali Laporkan Kasus ke WHO

Baca: Isu Covid-19 Bocor dari Lab di Wuhan, WHO Buktikan Corona Berasal dari Hewan

Pernyataan WHO ini menyusul tuduhan Presiden AS, Donald Trump dan sejumlah pejabat Partai Republik yang menuduh pusat penelitian Wuhan menjadi sumber Covid-19.

Sejatinya keyakinan bahwa virus ini adalah buatan manusia karena dikaitkan dengan program biowarfare China yang disetop para ilmuwan.

Selanjutnya, muncul skenario kedua yang mengatakan bahwa virus alami kelelawar itu menyebar karena ada kelelawar yang diteliti kabur dari labolatorium.

Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP)
Dari kiri Direktur Program Health Emergencies World Health Organization (WHO) Michael Ryan, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dan WHO Technical Lead Maria Van Kerkhove menghadiri jumpa pers mengenai virus corona atau COVID-19, di kantor pusat WHO di Jenewa Swiss, Rabu (11/3/2020). Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. (Photo by Fabrice COFFRINI / AFP) (AFP/FABRICE COFFRINI)
Rekomendasi Untuk Anda

Skenario ini yang menjadi catatan adalah kelalaian sistem pusat penelitian Wuhan yang buruk.

Kemudian gagasan virus buatan juga didasarkan bukti sejarah tidak langsung dari China.

Seperti halnya cerita bahwa Institut Virologi Wuhan mempelajari virus corona pada kelelawar.

Dimana menjadi terhubung karena labolatorim berada di pusat wabah pertama kali ditemukan.

Beberapa catatan keselamatan pada labolatorium China juga menjadi dasar lain pada anggapan AS.

Chaib mengatakan masih ada pertanyaan tentang bagaimana tepatnya virus corona menjangkiti lain spesies, dari hewan ke manusia.

Akan tetapi inang pada hewan perantara adalah penjelasan yang paling mungkin.

Dia mengatakan, virus corona penyebab penyakit Covid-19 kemungkinan besar memiliki reservoir ekologis pada kelelawar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas