Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Atlet Maraton Sembuh dari Corona setelah Dikira Tak Selamat, Dokter Ingatkan Ancaman untuk Kaum Muda

Atlet maraton sembuh dari corona setelah hampir mati. Dokter ingatkan ancaman Covid-19 untuk kaum muda. Imun kuat bisa menyerang tubuh sendiri.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ifa Nabila
Editor: Miftah
zoom-in Atlet Maraton Sembuh dari Corona setelah Dikira Tak Selamat, Dokter Ingatkan Ancaman untuk Kaum Muda
m.economictimes.com
Ilustrasi pasien corona dengan ventilator. 

TRIBUNNEWS.COM - Atlet maraton di Colorado, Amerika Serikat, Jason Jahanian, mengisahkan pengalaman pahitnya saat terinfeksi virus corona.

Jahanian sempat dikira tak akan selamat hingga dokter pun memberi peringatan ancaman Covid-19 kepada kaum muda.

Dikutip Tribunnews.com dari thedenverchannel.com, Jahanian yang kini berusia 40 tahun hanya teringat sebagian kecil pengalamannya dirawat di rumah sakit.

Hal ini lantaran kondisi tubuhnya begitu buruk selama menjalani perawatan hingga ia tak sadarkan diri.

Peristiwa yang paling membekas di ingatannya adalah saat ia pertama berjalan ke rumah sakit setempat.

"Aku ingat mereka (petugas medis) menyuntikkan infus lalu kurang dari 24 jam kemudian aku tak sadarkan diri," kenang Jahanian.

"Lalu aku bangun 14 hari kemudian," sambungnya.

Atlet maraton terinfeksi virus corona.
Atlet maraton di Colorado, Amerika Serikat, Jason Jahanian, mengisahkan pengalaman pahitnya saat terinfeksi virus corona.

Baca: Pekerjaan Sepi karena Corona, Janda Buruh Cuci Ini Masak Batu agar 8 Anaknya Mengira Ada Makanan

Baca: Kasus Corona di Dunia Tembus 3,3 Juta, 1 Juta Pasien Sembuh, Ini 20 Negara dengan Kasus Terbanyak

Rekomendasi Untuk Anda

Pelari maraton ini tak memiliki riwayat penyakit apapun sehingga dokter cukup khawatir akan kondisinya yang sempat memburuk itu.

Seorang dokter di Medical Center of Aurora, Jennifer Hanna memberi peringatan untuk kaum muda akan bahayanya Covid-19.

Hanna adalah ahli bedah kardiotoraks yang menangani Jahanian.

Ia berpendapat bahwa kaum muda juga sama terancamnya seperti orang lanjut usia.

"Kami pikir kaum muda punya masa sulit dalam melawan corona, menjadi sangat sakit seperti orang yang sudah sangat tua," ujar Hanna.

Ternyata menjadi kaum muda dengan sistem kekebalan tubuh kuat tak melulu sebuah keuntungan.

Pasalnya, sistem kekebalan tubuh yang masih kuat akan berfungsi berlebihan hingga menyerang tubuh sendiri.

Baca: Tak Hanya Pekerja Kantoran, Buruh Tani Juga Terdampak Pandemi Virus Corona

Baca: Update Corona Asia Tenggara 1 Mei Siang: Angka Infeksi Laos Terendah, Kematian Indonesia Tertinggi

"Hal ini karena kaum muda memiliki sistem imun yang bagus sehingga imun kuat ini memberi respons dan menyerang segalanya," terang Hanna.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas