Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PPNI: Rumah Sakit Non Rujukan Covid-19 Lebih Berisiko Terpapar Virus Corona

DPP Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) menilai rumah sakit non rujukan covid-19 memiliki risiko tinggi paparan virus corona.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: bunga pradipta p
zoom-in PPNI: Rumah Sakit Non Rujukan Covid-19 Lebih Berisiko Terpapar Virus Corona
AFP/JOSEP LAGO
Ilustrasi tenaga medis 

Perawat yang meninggal karena Covid-19 berjumlah 9 orang.

Sedangkan 9 perawat meninggal dunia dalam status PDP Covid-19.

Sementara itu 6 perawat meninggal bukan karena Covid-19.

Kasus Terbaru

Sementara itu diberitakan sebelumnya satu tenaga perawat yang bertugas di RSPI Sulianti Saroso Jakarta meninggal dunia karena Covid-19.

Almarhum bernama Heri Soesilo.

Dilansir dari unggahan insta story akun Instagram DPP PPNI, @dpp_ppni, almarhum meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2020) kemarin.

DPP PPNI HERI
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mengungkapkan duka cita atas gugurnya satu anggota mereka, Heri Soesilo, Sabtu (2/5/2020). (Dokumentasi DPP PPNI)

Baca: IDI: Tes PCR Corona di Indonesia Masih di Bawah 1.000 Spesimen Per Hari

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu dilansir Kompas.com, Direktur Utama RSPI Sulianti Saroso Mohammad Syahril mengungkapkan, Heri Soesilo dinyatakan meninggal dunia setelah terinfeksi virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) atau Covid-19.

"Innalilahi wainnailaihi rajiun, kami keluarga besar Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulastri Saroso Jakarta, telah kehilangan seorang perawat terbaik kami bernama Heri Soesilo," kata Syahril dalam sebuah video, Minggu (3/5/2020) dilansir Kompas.com.

Syahril mengungkapkan Heri dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2020).

Syahril menyebut, Heri Soesilo bergabung di RSPI Sulianti Saroso di tahun 2020 ini.

Heri pun langsung diterjunkan menangani pasien diisolasi di rumah sakit khusus Covid-19 ini.

"Perjuangan beliau sangat hebat, beliau disiplin bekerja baik, komitmen dan berintegritas tinggi di dalam berjuang melawan Covid-19 ini," ucap Syahril.

Baca: Sempat Kontak dengan Pasien Positif, Hasil Tes Swab 53 Tenaga Medis RSUP Dr. Sardjito Yogya Negatif

Sakit pada 10 April 2020

Syahril menjelaskan Heri kemudian jatuh sakit pada 10 April 2020 lalu.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas