Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Studi Terbaru: Virus Corona Ditemukan dalam Air Mani Pria

Sebuah studi baru melaporkan, virus Corona ditemukan dalam air mani pria, bahkan setelah pasien mulai pulih.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in Studi Terbaru: Virus Corona Ditemukan dalam Air Mani Pria
shutterstock
Ilustrasi corona virus (Covid-19) - Sebuah studi baru melaporkan, virus Corona ditemukan dalam air mani pria, bahkan setelah pasien mulai pulih. 

TRIBUNNEWS.COM - Virus Corona baru atau Covid-19 dapat bertahan dalam air mani pria, bahkan setelah pasien mulai pulih, menurut studi para peneliti China, Kamis (7/5/2020).

Studi tersebut menunjukkan kemungkinan Covid-19 dapat ditularkan secara seksual.

Dilansir CNN, penelitian dilakukan di Rumah Sakit Kota Shangqiu, China.

Penelitian yang diunggah dalam jurnal JAMA Network Open tersebut melibatkan 38 pasien yang dirawat di sana pada Januari dan Februari 2020.

Baca: Virus Corona Bisa Ditularkan Lewat Hubungan Seks? Ilmuwan: Kecil Peluangnya

Baca: Inilah Laboratorium Institut Virologi Wuhan yang Dituduh Presiden Trump Sumber Virus Corona

Hasilnya, sekitar 16 persen dari mereka menunjukkan bahwa virus Corona terdapat dalam air mani mereka.

Sekitar seperempat dari mereka berada dalam tahap infeksi akut.

Sementara itu, hampir 9 persen dari mereka pulih.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami menemukan bahwa Covid-19 dapat terkandung dalam air mani pasien, dan virus masih dapat terdeteksi dalam air mani pasien yang sedang pulih," tulis Diangeng Li, salah satu penulis studi dari Rumah Sakit Umum Tentara Pembebasan Rakyat China di Beijing.

Gambar ini diperoleh 12 Maret 2020, milik National Institutes of Health (NIH) / NIAD-RML menunjukkan gambar mikroskop elektron transmisi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS, karena partikel virus (benda bulat emas) muncul dari permukaan sel yang dikultur di lab, paku di tepi luar partikel virus memberi coronavirus nama mereka, seperti mahkota.
Gambar ini diperoleh 12 Maret 2020, milik National Institutes of Health (NIH) / NIAD-RML menunjukkan gambar mikroskop elektron transmisi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS, karena partikel virus (benda bulat emas) muncul dari permukaan sel yang dikultur di lab, paku di tepi luar partikel virus memberi coronavirus nama mereka, seperti mahkota. (Institut Kesehatan Nasional / AFP)

Li dan tim menambahkan, apabila Covid-19 tidak dapat mereplikasi dalam sistem reprodusi pria, virus itu mungkin bertahan dari imunitas testis yang istimewa.

Namun, belum jelas apakah virus Corona dapat menyebar melalui air mani.

Menemukan bukti virus di dalamnya tak selalu berarti menular.

"Jika studi masa depan dapat membuktikan bahwa virus Corona bisa ditularkan secara seksual, penularan seksual mungkin menjadi bagian penting dari pencegahan penularan," tulis tim.

Tim mengimbuhkan, penggunaan alat kontrasepsi dapat menjadi sarana pencegahan penyebaran virus Corona.

Selain itu, diperlukan pula penelitian lebih lanjut terkait perkembangan janin.

Baca: Produksi Dihentikan karena Corona, Dunia Mulai Kekurangan Kondom

"Oleh karena itu, menghindari kontak dengan air liur dan darah pasien mungkin tidak cukup. Sebab, kelangsungan hidup virus Corona dalam air mani pasien yang pulih dapat memungkinkan untuk menginfeksi orang lain," jelasnya.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas