Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bertambah 686, Kini Total Positif Covid-19 di Indonesia Berjumlah 23.851 Kasus

Ada penambahan sebanyak 686 kasus positif Covid-19 sehingga total kasus sebanyak 23.851 kasus di Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Bertambah 686, Kini Total Positif Covid-19 di Indonesia Berjumlah 23.851 Kasus
BNPB
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan resmi di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Senin (18/5/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali melaporkan penambahan kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia, Rabu (27/5/2020).

"Ada penambahan sebanyak 686 kasus positif Covid-19 sehingga total kasus sebanyak 23.851 kasus," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam siaran BNPB, Rabu (27/5/2020).

Sementara, jumlah pasien sudah sembuh bertambah menjadi 6.057 orang, setelah ada tambahan sebanyak 180 orang dalam 24 jam terakhir.

Baca: Prediksi Fortuna Dusseldorf vs Schalke 04 di Bundesliga, The Miners Tampil Pincang, Live Mola TV

Baca: 41 Perwira Tinggi TNI AU Dimutasi, Marsda TNI Imran Baidirus Jabat Pangkogabwilhan II

Adapun tambahan kasus meninggal dunia sebanyak 55 orang dalam 24 jam terakhir.

Sehingga total pasien meninggal dunia naik menjadi 1.418 orang.

"Sudah 406 kabupaten dan kota di 34 provinsi yang terdampak," kata Achnad Yurianto.

Rekomendasi Untuk Anda

Mengenal New Normal Beserta Panduan Pencegahan Covid-19 di Tempat Kerja

Berikut penjelasan mengenai new normal, beserta panduan pencegahan Covid-19 di tempat kerja.

Istilah new normal kini sudah tak asing didengar oleh masyakat.

Menurut Psikolog Yuli Budirahayu ketika dihubungi oleh Tribunnews, new normal adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan aktivitas normal namun dengan menerapkan protokol kesehatan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Jika new normal diterapkan maka seseorang nantinya akan mengadopsi perilaku hidup berbeda agar menekan risiko penularan virus.

Baca: Butuh Solidaritas dan Kepatuhan Warga untuk Hadapi new normal Pandemi Covid-19

Baca: Bersiap untuk New Normal, Kemenpora Susun Protokol Untuk Olahraga Indonesia

"Ya melakukan perilaku hidup berbeda dari biasanya, seperti bekerja tetapi dari rumah (work from home), saat keluar rumah menggunakan masker, selalu mencuci tangan menggunakan sabun dan lain sebagainya," kata Yuli.

Kehidupan yang dijalani masyarakat akan berubah, entah itu dari berbagai aspek baik ekonomi, sosial, spiritual, kesehatan, dan bahkan psikologisnya.

"Sebelumnya, masyarakat perlu diberikan psikoedukasi atau pemahaman mengenai pengertian hal tersebut agar bisa menambah wawasan mereka," ungkap Yuli.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas