Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menristek: Indonesia Tidak Ingin Tergantung Vaksin Corona Negara Lain

Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya saat itu terus berupaya untuk menemukan vaksin untuk virus corona.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menristek: Indonesia Tidak Ingin Tergantung Vaksin Corona Negara Lain
Tribunnews.com/Vicentus
Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi Indonesia dan Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya saat itu terus berupaya untuk menemukan vaksin untuk virus corona.

Bambang mengatakan pemerintah tidak ingin bergantung pada vaksin corona yang dikembangkan negara lain.

"Indonesia sendiri pun tidak ingin tergantung kepada vaksin yang dikembangkan di luar," ujar Bambang saat diskusi webinar, Selasa (2/6/2020).

Dirinya mengungkapkan bahwa pihaknya masih mengembangkan vaksin yang cocok untuk jenis virus corona di Indonesia.

Baca: Virus Corona Ditemukan dalam Sperma Pasien Positif Covid-19, Bisa Menular Lewat Hubungan Seks?

"Kita juga bekerja untuk mengembangkan vaksin yang kita harapkan cocok untuk virus yang beredar di Indonesia atau yang local transmition," ucap Bambang.

Menurut Bambang, vaksin kemungkinan akan ditemukan pada cepat akhir tahun ini. Namun penemuan tersebut baru pada bibit vaksinnya atau prototype.

Baca: Tak Ingin Ada Lagi Presiden yang Diberhentikan, Refly Harun: Kecuali Memenuhi Syarat Impeachment

Rekomendasi Untuk Anda

Produksi massal vaksin corona kemungkinan besar baru diproduksi massal pada 2021 mendatang.

"Produksi massal berikut imunisasinya barangkali baru bisa kita rasakan tahun 2021 ya," kata Bambang.

Update kasus corona di Indonesia

emerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali melaporkan penambahan jumlah pasien positif corona di Indonesia, Selasa (2/6/2020).

Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan terjadi penambahan sekitar 600 pasien positif corona.

"Covid-19 terkonfirmasi sebanyak 609 orang sehingga total kasus positif menjadi sebanyak 27.549 orang," ujar Achmad Yurianto dalam siaran BNPB, Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Baca: 8 Fakta Virus Ebola, Berasal dari Hewan Liar dan Menular dari Manusia ke Manusia

Dari jumlah tersebut, Achmad Yurianto mengatakan sebanyak 7.935 pasien dinyatakan sembuh setelah terjadi penambahan sebanyak 298 pasien.

"Sementara jumlah yang meninggal dunia menjadi 1.663 orang setelah ada penambahan 22 orang," pungkasnya.

Baca: Menristek: Virus Corona di Indonesia Tidak Masuk Kategori Utama Covid-19

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas