Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo Sebut Bakal Ada Standardisasi Harga PCR Test

Doni Monardo menyebut bakal ada standardisasi harga terkait tes polymerase chain reaction (PCR).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ketua Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo Sebut Bakal Ada Standardisasi Harga PCR Test
Tribunnews.com/ Reza Deni
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo menyebut bakal ada standardisasi harga terkait tes polymerase chain reaction (PCR).

"Tadi Bapak Presiden juga menegaskan pentingnya standardisasi harga bagi mereka yang akan melaksanakan bepergian dan wajib untuk tes PCR," kata Doni Monardo dalam siaran BNPB, Kamis (4/6/2020).

Hal tersebut disampaikan setelah Doni Monardo mengikut rapat terbatas (ratas) dengan tema "Percepatan Penanganan Pandemi COVID-19" melalui video conference yang dipimpin Presiden Jokowi.

Baca: Anies Baswedan Jelaskan Langkah Antisipasi Terjadinya Lonjakan Kasus di Masa Transisi

"Bapak Presiden meminta harga itu (PCR test) tidak memberatkan para petugas atau masyarakat yang akan bepergian dan menugaskan Menteri Kesehatan untuk menentukan standarisasi harga," katanya.

Adapun harga PCR test mandiri di sejumlah rumah sakit swasta berbeda-beda, yakni antara sekitat Rp1,9 juta hingga sekitar Rp 2,5 juta.

Di satu sisi hasil negatif PCR test merupakan hal yang wajin bagi pegawai atau pihak-pihak yang bepergian menggunakan pesawat.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jumlah merk perangkat alat uji Covid-19, Polimerase Chain reaction (PCR) disederhanakan. Pasalnya, saat ini banyaknya merk PCR Kit membuat uji spesimen tidak efektif.

"Bapak presiden meminta untuk disederhanakan jumlah (merek) nya agar tidak semrawut. Karena seperti kita ketahui ada sering sekali medium pengangkut virus dengan reagen esktrasi tidak matching, karena merknya beda, sehingga menghambat pelaksanaan di lapangan," ujar Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy usai rapat terbatas penanganan Covid-19, Kamis, (4/6/2020).

Baca: 194 WNI ABK MV Volendam Berhasil Dievakuasi di Pelabuhan Tanjung Priok

Dengan penyederhanaan merk PCR Kit maka diharapkan uji spesimen lebih mudah dan cepat. Selain itu menurut Muhadjir Presiden meminta, PCR hasil riset anak negeri untuk dapat diproduksi massal.

"Sehingga kita tidak tergantung piranti tes ini dari impor," tuturnya.

Muhadjir mengatakan bahwa pihaknya bersama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona dan Kementerian Kesehatan akan mempercepat tes uji spesimen untuk mendeteksi Corona hingga mencapai target 20 ribu uji per hari.

Berdasarkan perhitungan presiden dengan 120 alat uji yang ada sekarang ini, seharusnya uji spesimen bisa dilakukan 30 ribu per hari.

Baca: Istana Kepresidenan Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

"Kami dan ketua gugus tugas dan kemenkes akan terus mempercepat 20 ribu dan bergerak untuk mencapai 30 ribu seperti menurut hitungan presiden," ujar Muhadjir.

Istana Kepresidenan Terapkan Adaptasi Kebiasaan Baru

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas