Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Polisi Belum Temukan Indikasi Ambil Paksa Jenazah Corona di Makassar Dilakukan Secara Terorganisir

Polisi belum menemukan indikasi kejadian pengambilan paksa jenazah korban corona di satu rumah sakit di Kota Makassar dilakukan secara terorganisir.

Polisi Belum Temukan Indikasi Ambil Paksa Jenazah Corona di Makassar Dilakukan Secara Terorganisir
FACEBOOK.COM/JURNAL WARGA
Video detik-detik jenazah PDP Corona diambil paksa dari RS Dadi Makassar, Rabu (3/6/2020). Sekitar 100-an orang ada bawa senjata. Kini kejadian serupa terjadi di RS Labuang Baji, Makassar, Jumat (5/6/2020). 

TRIBUNNEWS.COM - Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Ibrahim Tompo mengatakan pihaknya belum menemukan indikasi terkait kejadian pengambilan paksa jenazah korban Corona di satu rumah sakit di Kota Makassar dilakukan secara terorganisir.

"Memang sampai sekarang kita belum melihat rangkaian sistematis, namun kita tetap detail untuk mengecek, satu per satu kasus ini."

"Kita masih melihat ini merupakan aksi spontanitas dan akan kita proses dan tindak lanjuti secara hukum nantinya."

"Dan juga kita sudah melakukan pendalam terkait dengan peristiwa tersebut," katanya dikutip dari channel YouTube KompasTV, Selasa (9/6/2020).

Ibrahim melanjutkan keterangannya, kepolisian juga telah memeriksa 5 orang saksi sejak hari Jumat (5/6/2020) dan masih memiliki sejumlah agenda pemeriksaan terhadap saksi-saksi lainnya.

Ia menyebut saksi-saksi ini berasal dari orang-orang yang datang ke tempat kejadian tersebut maupun dari pihak rumah sakit itu sendiri.

"Dari pihak security dan dari pihak tenaga kesehatan," timpal Ibrahim.

Baca: Jenazah PDP Virus Corona di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Polisi Kewalahan Halau Massa

Baca: Warga yang Bawa Kabur Cool Box Sampel Test Swab Covid-19 di RS Labuang Baji Makassar Ditahan Polisi

Kabid Humas Polda Sulawesi Setalan, Kombes Ibrahim Tompo
Kabid Humas Polda Sulawesi Setalan, Kombes Ibrahim Tompo (Tangkap layar channel YouTube KompasTV)

Ibrahim menambahkan selain saksi, sejumlah barang bukti telah dikantongi pihak kepolisian yang nantinya berguna dalam tahapan proses secara hukum.

"Ada beberapa bukti yang kita dapat dari rumah sakit, terkait dengan kesaksian juga dengan beberapa kamera yang kita dapat dari manual."

"Ini bisa menjadi acuan kita atau petunjuk yang bisa kita gunakan sebagai bukti nantinya," lanjut dia.

Halaman
123
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Whiesa Daniswara
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas