Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Doni Monardo Sebut Pembukaan Sektor Ekonomi Berkontribusi Terhadap Menguatnya Nilai Tukar Rupiah

Doni Monardo mengatakan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi pada fase new normal telah berdampak positif pada nilai tukar rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Doni Monardo Sebut Pembukaan Sektor Ekonomi Berkontribusi Terhadap Menguatnya Nilai Tukar Rupiah
Istimewa
Ketua Gugus Tugas Doni Monardo. 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa pembukaan aktivitas ekonomi pada fase new normal telah berdampak positif pada nilai tukar rupiah.

Hal itu disampaikan Doni Monardo saat menerima kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Pusat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Rabu (10/6/2020).

"Setelah sektor ekonomi kita sampaikan ke publik, maka kita lihat ada hal yang positif, rupiah langsung menguat bapak presiden," kata Doni Monardo.

Baca: 8 Warga Positif Corona, 1.000 Warga Selaawi Akan Jalani Tes Swab, Besok

Bahkan berdasarkan keterangan Gubernur Bank Indonesia, menurut Doni, cadangan devisa Indonesia saat ini 130,5 miliar dolar atau Rp 1.805 triliun.

"Salah satu kajian dari politik salah satu lembaga menempatkan Indonesia berada pada posisi yang relatif cukup bagus bapak presiden. Nah ini lah sekarang sedang kita jaga momentum ini," katanya.

Doni tidak menampik bahwa terdapat peningkatan kasus positif Covid-19 setelah adanya pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Baca: Solusi dari PLN Buat Pelanggan yang Tagihannya Capai Rp 20 Juta: Tagihan Tetap, Bayar Bisa Cicil

Rekomendasi Untuk Anda

Peningkatan kasus tersebut kini ditanggulangi gugus tugas pusat dan daerah.

"Kami sesuai perintah bapak presiden daerah-daerah yang relatif beresiko tinggi tetap kami kawal," katanya.

Doni mengatakan bahwa pihaknya merumuskan program paralel dalam mengahadapi Covid-19.

Program tersebut yakni mencegah masyarakat tidak terpapar Covid-19 juga tidak terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dalam program tersebut, terdapat sejumlah tahapan sebelum melonggarkan sektor atau menerapkan fase new normal di suatu wilayah.

"Mulai dari daerah yang tidak ada kasus, kemudian 9 sektor di bidang ekonomi yang risikonya sangat rendah, kemudian daerah yang risikonya juga rendah warna kuning," katanya.

Catat rekor tertinggi

Pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kembali melaporkan penambahan jumlah pasien positif corona di Indonesia, Rabu (10/6/2020)

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas