Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BREAKING NEWS Update Corona 13 Juni: Tambah 1.014, Total Kasus Jadi 37.420

Pemerintah Indonesia mengumumkan masih adanya kenaikan kasus virus corona hingga Sabtu 13 Juni 2020. Masyarakat diimbau menerapkan protokol kesehatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in BREAKING NEWS Update Corona 13 Juni: Tambah 1.014, Total Kasus Jadi 37.420
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional
Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta. 

TRIBUNNEWS.COM - Jumlah kasus Covid-19 atau virus corona di Indonesia masih terus bertambah.

Data yang dihimpun pemerintah hingga Sabtu (13/6/2020), menyebut ada tambahan 1.014 kasus baru pasien positif corona di Indonesia dalam 24 jam terakhir.

Sehingga kasus positif berjumlah 37.420 orang.

Pasien sembuh bertambah 563 orang, sehingga total kasus sembuh 13.776 orang.

Adapun kasus kematian bertambah 43, sehingga total kasus kematian 2.091orang.

Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto
Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona (Covid-19), Achmad Yurianto (https://covid19.go.id/)

Baca: Dokter Reisa: Beradaptasi dengan Covid-19 Bukan Berarti Menyerah

Baca: Update Corona Global, 13 Juni 2020 Siang: Total Kasus 7,7 Juta Lebih, Meksiko Catat 5.222 Kasus Baru

Demikian yang disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers dilansir Metro TV, Sabtu.

Sementara itu rekor tertinggi terjadi pada Rabu (10/6/2020) setelah kasus bertambah 1.241 dalam 24 jam.

Rekomendasi Untuk Anda

Yuri menuturkan, penambahan kasus ini diketahui setelah pemeriksaan spesimen virus corona dilakukan secara agresif oleh pemerintah.

Baik melalui metode Reverse Transriptase Polymerase Chain Reaction (RT PCR) maupun Tes Cepat Molekuler (TCM).

"Penambahan kasus positif ini disebabkan karena tracing yang agresif dilakukan, sehingga bisa kita lihat, bahwa sebagian besar penambahan kasus ini adalah spesimen yang dikirim oleh Puskesmas atau Dinas Kesehatan," kata Yuri, dilansir BNPB.go.id.

Upaya pelacakan lebih agresif terus dilakukan pemerintah untuk mengetahui sebaran Covid-19 di masyarakat.

Dilansir Kompas.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan menargetkan pemeriksaan spesimen dapat menembus angka 20.000 tes per hari.

Target tersebut naik seiring telah dicapainya target pemeriksaan sebelumnya sebanyak 10.000 tes per hari.

"Untuk pengujian spesimen saya kira saya menyampaikan terima kasih bahwa target pengujian spesimen yang dulu saya targetkan 10.000, ini sudah terlampaui," kata Jokowi saat memimpin rapat kabinet terbatas lewat video conference, Kamis (4/6/2020).

"Saya harapkan target berikutnya, ke depan adalah 20.000 per hari. Ini harus mulai kita rancang menuju ke sana," imbuh Jokowi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas