Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Putus Mata Rantai Covid-19, BIN Gelar Rapid Test di BPK

Rapid test massal digelar atas kerja sama BIN, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Putus Mata Rantai Covid-19, BIN Gelar Rapid Test di BPK
Istimewa
Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test massal di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020) 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Intelijen Negara (BIN) menggelar rapid test massal di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) , Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2020).

Ketua Pelaksana Harian Sub Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 BIN Brigjen TNI Irwan Mulyana didampingi Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I Hendra Susanto meninjau pelaksanaan rapid test tersebut.

Baca: Update Corona Global, 18 Juni 2020 Siang: Tembus 8,4 Juta Jiwa, Ini 20 Negara dengan Kasus Tertinggi

Menurut Irwan rapid test massal yang digelar BIN tersebut merupakan instruksi dari Kepala BIN Jenderal (purn) Budi Gunawan sebagai deteksi awal penanganan wabah Covid-19 di lembaga pemerintah.

Rapid test massal digelar atas kerja sama BIN, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19.

“Kegiatan ini merupakan satu bentuk sumbangsih nyata BIN bekerja sama dengan BPK guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Mudah-mudahan upaya ini dapat membuahkan hasil serta tindakan yang cepat dan terukur,” kata Irwan di lokasi dikutip dari keterangan yañ diterima.

Irwan menegaskan BIN akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pemerintah menggelar rapid test massal guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Rekomendasi Untuk Anda

Irwam pun menyampaikan terima kasih kepada BPK yang telah mempercayakan pelaksanaan rapid test tersebut kepada BIN.

"Kami berharap kementerian dan lembaga lain juga bisa membantu dalam mengidentifikasi awal penyebaran wabah ini,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, BIN menyediakan 1.000 alat rapid test dan menerjunkan dua unit mobil lab PCR untuk swab test yang hasilnya akan langsung keluar dalam waktu 5 jam.

Jika ditemukan peserta rapid test yang reaktif, maka akan dilanjutkan dengan test swab menggunakan Mobil Laboratorium milik BIN.

"Jika ada yang positif akan dirujuk ke rumah sakit atau isolasi mandiri,” ujarnya.

Berdasarkan data pukul 10.30, dari 90 orang yang ikut rapid test, 5 orang hasilnya reaktif.

Kelima orang tersebut pun langsung mengikuti swab test.

Di tempat yang sama, Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara I Hendra Susanto mengatakan, kegiatan rapid test massal tersebut sengaja digelar untuk memastikan kesehatan dari auditor serta staf yang ada di BPK.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas