Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Empat Dokter dan 30 Paramedis di Tulungagung Terinfeksi Corona

Untuk memaksimalkan pencegahan penularan, Dinkes memaksimakan program Pencegahan Penyakit Infeksius (PPI)

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Empat Dokter dan 30 Paramedis di Tulungagung Terinfeksi Corona
kompas
ILustrasi virus corona 

Laporan Wartawan Surya Malang David Yohanes 

 TRIBUNNEWS.COM,  TULUNGAGUNG - Selama masa pandemi virus corona, ada 34 tenaga medis di Tulungagung yang terinfeksi virus ini. Mereka terdiri dari 4 dokter dan 30 paramedis.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dr Kasil Rokhmad, para medis yang terinfeksi lebih banyak jumlahnya. Kasil menduga karena para medis lebih banyak bersama pasien dibanding dokter.

“Mayoritas sudah sembuh dan beraktivitas seperti biasanya. Hanya beberapa yang masih sakit, tapi kondisinya sudah membaik,” terang Kasil, yang juga Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Tulungagung.

Lanjut Kasil, para medis banyak yang melayani di ruang perawatan isolasi bersama pasien.

Mereka harus berjaga bergiliran selama 24 jam di ruang perawatan, di antara mereka adalah perawat, bidan, apoteker dan tenaga gizi.

“Tenaga gizi misalnya, mereka tiga kali dalam sehari harus mengatar makanan pasien ke ruang isolasi,” ungkap Kasil.

Baca: Jamur Enoki Miliki Kandungan Listeria, Ahli Gizi: Bakteri akan Mati Jika Dimasak dengan Benar

Rekomendasi Untuk Anda

Paramedis yang tertular mayoritas di RSUD dr Iskak.

Untuk memaksimalkan pencegahan penularan, Dinkes memaksimakan program Pencegahan Penyakit Infeksius (PPI).

Di antaranya menyediakan alat pelindung diri (APD) untuk paramedis yang menangani pasien.

“Kami memenuhi kebutuhan gizi para medis yang tertular secara maksimal,” sambung Kasil.

Saat ini pemerintah tengah mendata paramedis yang terlibat penanganan Covid-19, untuk mendapatkan tambahan tunjangan.

Penularan Covid-19 di kalangan tenaga medis juga menimbulkan fobia di antara mereka.

Namun hal ini dianggap wajar, karena saat awal pandemi, virus ini tingkat penularannya sangat tinggi.

“Tapi sebagai tenaga medis, mereka tetap menjalankan tugasnya,” ujar Kasil.

Baca: Motif Pelaku Penyerangan di Mapolres OKI Terungkap, Sempat Duel dengan Polisi Hingga Tabrak Pagar

Sumber: Surya Malang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas