2 Dokter Gugur akibat Covid-19 dalam Proses Menjadi Dokter Spesialis, IDI: Risiko Terpapar Tinggi
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengongirmasi sudah ada dua dokter yang tengah menjalani pendidikan sebagai spesialis gugur setelah terpapar Covid-19.
Penulis:
Wahyu Gilang Putranto
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengonfirmasi sudah ada dua dokter yang tengah menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis gugur setelah terpapar Covid-19.
Dokter yang tengah menjalani pendidikan sebagai dokter spesialis diketahui disebut dokter residen.
Keduanya adalah dr Miftah Fawzy Sarengat dan dr Putri Wulan Sukmawati.
Humas IDI, dr Halik Malik, mengungkapkan dokter residen berisiko tinggi terpapar Covid-19.
"Karena dokter residen kontak langsung dengan pasien di RS pendidikan," ungkap Halik kepada Tribunnews.com, Senin (6/7/2020).
Baca: IDI: Total 45 Dokter Gugur Terkait Covid-19
1. Dokter Miftah Fawzy Sarengat
Dokter Miftah Fawzy Sarengat diketahui menghembuskan napas terakhir di RS Soetomo Surabaya, Jawa Timur pada 10 Juni 2020 lalu.
Hasil swab test menyebut dokter Miftah Fawzy positif Covid-19.
"Telah dirawat di RS sejak Kamis, 4 Juni 2020 dengan hasil pemeriksaan swab positif Covid-19," ungkap Halik saat itu.
Dokter Miftah diketahui terlibat dalam penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit.
"Iya sehari-hari beliau ikut aktif melayani pasien di RS Soetomo," ungkapnya.
Dokter Miftah Fawzy merupakan Chief of Residen Ilmu Penyakit Dalam di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair).
Adapun mendiang tergabung dalam IDI Cabang Balikpapan.
Baca: IDI Berduka, Dokter Miftah Fawzy Meninggal Dunia Berstatus Positif Covid-19 di RS Soetomo Surabaya
2. Dokter Putri Wulan Sukmawati
Sementara itu Dokter Putri Wulan Sukmawati atau akrab disapa Dokter Pucha menjadi dokter residen kedua yang meninggal dunia karena Covid-19 di Indonesia.
Baca tanpa iklan