Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jawa Timur Tertinggi, Kini Ada 6 Provinsi yang Miliki Lebih dari 5.000 Kasus Covid-19

Sebanyak enam provinsi di Indonesia kini memiliki kasus Covid-19 di atas 5.000 kasus. Jawa Timur dan DKI Jakarta tertinggi.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jawa Timur Tertinggi, Kini Ada 6 Provinsi yang Miliki Lebih dari 5.000 Kasus Covid-19
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Petugas medis mengambil sampel spesimen warga saat melalukan tes usap atau swab test di taman kawasan Pasar Keputran Surabaya, Senin (20/7/2020). 

Sementara itu Kalimantan Selatan berada di urutan keenam.

Per hari ini, kasus Covid-19 Kalsel melebihi lima ribu kasus.

Dengan tambahan 92 kasus baru, total kasus Covid-19 di Kalsel mencapai 5.083.

Baca: Begini Struktur dan Tugas Komite Kebijakan yang Dibentuk Presiden Hadapi Covid-19

Sementara itu, pasien sembuh secara nasional bertambah 1.489 orang.

Sehingga total kasus sembuh mencapai 48.466 orang.

Adapun kasus kematian bertambah 81, sehingga total kasus kematian 4.320 orang.

Demikian data dilansir Twitter BNPB, Selasa sore.

Baca: Vaksin Covid-19 Siap Diuji Klinis pada Agustus 2020 dan Diproduksi 2021

Rekomendasi Untuk Anda

Vaksin Corona Tiba di Indonesia

Sementara itu, vaksin virus corona Covid-19, Sinovac, siap diuji klini pada sejumlah orang di Indonesia.

Vaksin asal China tersebut diharap dapat dimanfaatkan untuk menekan penyebaran virus corona di Indonesia yang semakin tinggi.

Perusahaan pelat merah, Bio Farma, menerima vaksin Sinovac sebanyak 2.400 vaksin pada pekan lalu.

"Vaksin ini akan dites dulu di internal lab Bio Farma. Namun clinical trial akan dilakukan oleh Unpad (Universitas Padjajaran)," ujar Neni Nurainy, Research and Development Bio Farma dilansir Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Adapun uji klinis fase 3 ini merupakan uji khasiat vaksin corona untuk mengetahui efektivitas vaksin dalam melawan infeksi Covid-19.

"Uji klinis ini sebenarnya membutuhkan waktu yang cukup lama, namun kita telah mempunyai cukup data bahwa vaksin ini aman dan berkhasiat,” ungkap Neni.

“Sehingga nanti akan keluar yang namanya emergency use authority," imbuhnya.

Baca: Survei Indikator: Kepercayaan Publik kepada Menkes Tangani Covid-19 Menurun

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas