Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Vaksin Pertama Covid-19 Diperkirakan Paling Cepat Digunakan Awal 2021

WHO menyebut vaksin pertama Covid-19 paling cepat bisa digunakan pada awal 2021 mendatang.

Vaksin Pertama Covid-19 Diperkirakan Paling Cepat Digunakan Awal 2021
Fresh Daily
Ilustrasi vaksin virus corona - WHO menyebut vaksin pertama Covid-19 paling cepat bisa digunakan pada awal 2021 mendatang. 

TRIBUNNEWS.COM - Vaksin pertama untuk Covid-19 diperkirakan akan siap paling cepat pada awal 2012.

Ahli WHO mengatakan saat ini peneliti membuat kemajuan bagus dalam pembuatan vaksin Covid-19.

Seperti yang dilansir Channel News Asia, kepala program darurat WHO, Dr Mike Ryan, menyebut pihaknya tengah bekerja untuk memastikan distribusi vaksin yang adil untuk semua orang.

Mike Ryan juga menyebut beberapa kandidat vaksin sudah berada di fase trial ketiga dan sejauh ini tidak ada yang gagal, dalam hal keamanan maupun kemampuan menghasilan respons imun.

"Realistisnya baru tahun depan kita mulai melihat orang-orang diberi vaksin," ujar Ryan di acara publik di media sosial, Rabu (22/7/2020).

Baca: Vaksin Covid-19 Buatan China Siap Digunakan Pada Akhir Tahun Ini

Baca: 4 Hal yang Perlu Diketahui terkait Vaksin Covid-19, Fase Uji Coba hingga Kapan Siap Diedarkan

Seorang staf menampilkan sampel vaksin Covid-19 yang tidak aktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibukota China, 10 April 2020.
Seorang staf menampilkan sampel vaksin Covid-19 yang tidak aktif di pabrik produksi vaksin China National Pharmaceutical Group Co., Ltd. (Sinopharm) di Beijing, ibukota China, 10 April 2020. (Zhang Yuwei / XINHUA / Xinhua via AFP)

Aubree Gordon, profesor epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Michigan, mengatakan hasil uji coba awal vaksin menunjukkan harapan.

"Hasil uji coba Fase 1 dan / atau Fase 2, sangat menjanjikan. Kami harus percaya hasil ini, tapi juga harus mengakui bahwa mereka tidak membuktikan vaksin itu efektif," katanya.

"Percobaan fase awal ini membahas keamanan dan apakah vaksin tersebut memunculkan respons kekebalan yang baik."

"Berita baiknya adalah kita memiliki beberapa vaksin yang telah atau sedang bergerak maju ke uji coba fase 3 - fase yang diperlukan untuk membuktikannya berfungsi untuk perizinan."

Amesh Adalja, sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Universitas Johns Hopkins, mengatakan "sulit untuk menarik kesimpulan tegas" dari hasil uji coba awal terlebih vaksin AstraZeneca-Oxford hanya "memiliki data hewan".

Halaman
1234
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas