Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Herbal dan Jamu Seperti yang Diklaim Hadi Pranoto Tak Bisa Sembuhkan Corona, Tapi Ringankan Komorbid

Menjawab berbagai klaim mengenai obat herbal tradisional yang kerap disebut dapat menyembuhkan infeksi virus Corona itu, Kemenkes memberi penjelasan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Herbal dan Jamu Seperti yang Diklaim Hadi Pranoto Tak Bisa Sembuhkan Corona, Tapi Ringankan Komorbid
Kolase Tribun-Timur.com
Hadi Pranoto mengklaim menemukan obat Covid-19 yang dihargai Rp 150.000 per botol yang telah ampuh sembuhkan ribuan pasien positif corona. 

"Jamu atau herbal bisa dipakai untuk meringankan gejala-gejala penyakit penyerta. Tujuannya seperti itu. Jadi bukan untuk menyembuhkan COVID-nya seperti ada beberapa informasi misleading beberapa hari ini," lanjutnya.

Sebagai contoh ramuan jamu seledri, pegagan, daun kumis kucing, temulawak, kunyit, hingga meniran dijelaskan oleh Saikhu bisa membantu seseorang mengendalikan hipertensi yang menurut data jadi komorbid nomor satu pada pasien Corona.

Togi Junuce Hutadjulu, Direktur Standarisasi Obat Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif
Togi Junuce Hutadjulu, Direktur Standarisasi Obat Narkotika, Psikotropika, Prekusor dan Zat Adiktif (Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional)

Direktur Standardisasi Obat Narkotika, Psikotropika, prekursor dan zat adiktif Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Togi Junice Hutadjulu juga memastikan hingga saat ini belum ada obat herbal atau tradisional yang bisa diklaim untuk menyembuhkan Covid-19.

"Obat herbal juga belum. Pengembangan vaksin berjalan, badan POM  mengawal, obat ini akan aman dalam rangka pencegahan atau treatment Covid-19," ujar Togi.

Menurutnya, BPOM mendapatkan mandat untuk memastikan obat tradisional dan pangan itu memenuhi persyaratan aspek khasiat keamanan dan kualitas.

Dia memastikan, hingga saat ini pengembangan obat belum ada yang bisa diklaim untuk Covid-19.

Mengenai obat herbal maupun jamu yang saat ini banyak dijual di pasaran, Togi mengimbau masyarakat agar memilih jamu yang sudah mendapat izin edar.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal ini bisa diketahui dengan mengecek label pada kemasan. Jamu yang sudah mendapat izin edar
disebut Togi aman dikonsumsi dan bermanfaat karena sudah melalui uji coba.

"Masyarakat harus berhati-hati karena dalam kondisi seperti ini banyak sekali tawaran-
tawaran atau endorse. Klaim-klaimnya menyembuhkan COVID, harga murah, dan

sebagainya," ungkap Togi.(tribun network/den/dod)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas