Klaster Rumah Sakit dan Puskesmas Kota Tegal Sumbang 9 Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal
Lonjakan kasus Covid-19 ini pun menjadi yang tertinggi sepanjang masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Tegal.
Editor: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, SLAWI - Berkembangnya klaster rumah sakit dan puskesmas di Kota Tegal, menambah daftar jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Tegal menjadi 66 orang.
Tak tanggung-tanggung, sembilan orang warga Kabupaten Tegal yang bekerja sebagai tenaga kesehatan di sejumlah fasilitas kesehatan di Kota Tegal terkonfirmasi positif Covid-19.
Informasi ini disampaikan juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro, Sabtu (8/8/2020) malam.
Lonjakan kasus Covid-19 ini pun menjadi yang tertinggi sepanjang masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Tegal.
Joko mengungkapkan, pihaknya cukup kesulitan menindaklanjuti kasus konfirmasi yang menimpa rekan seprofesinya itu.
Dari sembilan kasus, baru empat kasus yang dilaporkan sudah dilakukan pengambilan spesimen swab pada kontak erat keluarga oleh Dinas Kesehatan Kota Tegal, Kamis (6/8/2020) lalu.
Mereka adalah, seorang perempuan berinisial AAN, asal Desa Bongkok, Kecamatan Kramat yang bekerja di Dinas Kesehatan Kota Tegal.
Kondisi klinis baik, tanpa gejala, dan saat ini menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Kasus kedua adalah seorang perempuan berinisial EA, asal Desa Mejasem Timur, Kecamatan Kramat.
EA yang bekerja di Puskesmas Tegal Timur ini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah dengan kondisi klinis baik, tanpa gejala.
Baca: Cerita Soal Sopir Ambulans Antar Jenazah Corona dari Jatim ke Jakarta, Khofifah: Pengorbanan
Ketiga adalah seorang perempuan berinisial RES, asal Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat.
RES yang bekerja di Puskesmas Tegal Timur ini juga tanpa gejala sedang menjalani isolasi mandiri di rumahnya.
Sementara kasus keempat adalah seorang dokter di Puskesmas Tegal Timur berinisial L, asal Desa Bongkok, Kecamatan Kramat.
"Untuk kasus L ini, meski alamat KTP nya tertera warga Desa Bongkok, akan tetapi rumahnya ada di Kota Tegal, termasuk isolasi mandirinya juga di rumahnya di Kota Tegal," kata Joko, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Sabtu (8/8/2020) malam.
Sementara itu, untuk lima kasus lainnya sampai dengan berita ini diturunkan, pihaknya belum mendapat informasi lebih lanjut dari Dinas Kesehatan Kota Tegal.
Kelima kasus konfirmasi tersebut pertama adalah S, seorang perempuan asal Desa Pepedan, Kecamatan Dukuhturi yang bekerja di Puskesmas Debong Lor.
Kedua adalah E, seorang dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Bandung, asal Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi.
Ketiga adalah IT, asal Desa Adiwerna, Kecamatan Adiwerna yang bekerja di Puskesmas Bandung.
Keempat adalah RAP, seorang perempuan asal Desa Kendalserut, Kecamatan Pangkah yang bekerja di Puskesmas Tegal Timur.
Baca: Selama Penelitian, Relawan Vaksin Covid-19 Dilarang ke Luar Bandung
Sedangkan yang kelima adalah seorang laki-laki berinisial DAN, asal Desa Lumingser, Kecamatan Adiwerna yang bekerja di RSUD Kardinah Kota Tegal.
Joko berharap, pihaknya bisa segera mendapatkan informasi lebih lanjut untuk memudahkan proses pelacakan kontak erat, agar tidak berkembang menjadi transmisi lokal di kemudian hari.
"Petugas kami di lapangan mengalami kendala untuk mendapatkan informasi kontak eratnya, karena mereka belum mau di-tracing dengan alasan akan di-tracing Dinas Kesehatan Kota Tegal," ujarnya.
Dengan demikian, kata Joko, total terdapat 66 kasus konfirmasi Covid-19 di Kabupaten Tegal.
Dari jumlah tersebut, 39 orang sembuh, 20 orang sedang menjalani perawatan, dan tujuh orang meninggal dunia. (dta)
Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Muncul Klaster Rumah Sakit dan Puskesmas Kota Tegal, Sumbang 9 Kasus Covid-19 di Kabupaten Tegal