Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menteri Energi Rusia Dinyatakan Positif Covid-19

Menteri Energi Rusia Alexander Novak dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau Covid-19.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menteri Energi Rusia Dinyatakan Positif Covid-19
freepik
Ilustrasi Covid-19 

"Saya tahu cara kerjanya cukup efektif, membentuk imunitas yang kuat, dan saya ulangi, ia telah lulus semua tahap yang diperlukan," kata Putin kepada sebuah pertemuan pemerintah.

Kirill Dmitriev, kepala Dana Investasi Langsung Rusia yang mendanai proyek tersebut, mengharapkan vaksin, yang dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskow, akan diproduksi massal pada akhir tahun.

Pejabat pemerintah mengatakan vaksin akan diberikan kepada tenaga medis, dan kemudian kepada guru, secara sukarela pada akhir bulan ini atau di awal September 2028.

Baca: Hari Ini Dilaporkan Ada 6 Provinsi di Indonesia Nihil Penambahan Kasus Positif Covid-19

Setekah itu semua warga Rusia diperkirakan akan dimulai pada Oktober 2020.

Kirill Dmitriev mengatakan Rusia sudah menerima permintaan luar negeri untuk 1.000.000.000 dosis.

Paling tidak 20 negara telah memesan vaksin buatan Rusia.

Dia mengatakan vaksin itu juga akan diproduksi di Brasil.

Rekomendasi Untuk Anda

Dmitriev mengatakan uji klinis tahap akhir diperkirakan akan segera dimulai di Uni Emirat Arab dan Filipina.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengatakan dia bersedia untuk berpartisipasi secara pribadi.

Uji coba tahap III

Persetujuan oleh Kementerian Kesehatan datang sebelum dimulainya uji klinis tahap III yang akan melibatkan ribuan sukarelawan.

Asosiasi organisasi uji klinis (ACTO) yang bemarkas Moskow mendesak Kementerian Kesehatan untuk menunda persetujuan sampai uji klinis tahap akhir selesai.

Dalam sebuah surat kepada Kementerian, dikatakan ada risiko tinggi ketika mendaftarkan vaksin sebelum semua uji klinis diselesaikan.

"Semua fase akan menjadi bukti utama dari efektivitas vaksin, serta melihat efek samping yang dapat muncul dalam kelompok tertentu pasien: orang dengan kekebalan yang lemah, orang dengan penyakit bersamaan dan sebagainya," demikian pernyataan organisasi tersebut.

Beberapa ahli internasional juga mempertanyakan kecepatan Rusia menyetujui vaksin.

Baca: Respons IDI Tentang Obat Covid-19 Hasil Kerjasama TNI AD, Unair dan BIN

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas