Anies Sebut Isolasi Mandiri Kurang Efektif, Pasien Covid-19 Wajib Isolasi di Fasilitas Pemerintah
Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Anies mengharuskan pasien covid-19 untuk melakukan isolasi di fasilitas pemerintah.
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
Menurutnya, tingginya angka pasien baru di Jakarta karena tes yang terus dilakukan.
"Kegiatan testing-nya bervariasi setiap minggu tapi rata-rata kita tiap minggu antara empat sampai lima kali lipat lebih tinggi daripada yang diharuskan WHO. Jadi secara aktifitas testing kita tertinggi," ujarnya dilansir YouTube Kompas TV, Senin (31/8/2020).
Baca: Menpan RB Sedang Rumuskan Surat Edaran Baru Atur 75 Persen ASN di Jakarta Bekerja di Rumah
Ia menjelaskan, tes yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengetahui status Covid-19 di Jakarta.
"Bahkan hari kemarin, hari Minggu, di laporan itu 43 persen dari testing seluruh Indonesia itu dilakukan di Jakarta."
"Konsekuensinya angka positif menjadi lebih banyak. Ya karena kita melakukan testing. Tapi dengan cara seperti itu kita mengetahui dengan senyatanya status Covid di Jakarta," imbuh pria 51 tahun ini.
Menurut Anies, publik jangan hanya melihat penambahan kasus harian yang ada di Jakarta, tetapi juga harus melihat rendahnya angka kematian di Jakarta.
Selain angka kematian yang rendah, angka pasien Covid-19 yang sembuh di Jakarta juga tinggi.
"Kita menemukan kasus baru yang masuk dalam sistem yang disebut active case kasus baru. Lalu ada yang di ujung sistem ini ada dua. Satu recovery satu meninggal. Nah, Alhamdulillah dalam pekan terakhir ini jumlah kasus aktif menurun secara signifikan."
"Artinya apa jumlah orang yang harus isolasi atau dirawat jumlahnya berkurang. Kasus diukur dengan angka kasus baru dikurangi angka sembuh dikurangi angka meninggal nah disisi lain angka meninggal kita turun," ungkapnya.
Ia membandingkan presentase angka kematian di Jakarta, Indonesia dan dunia.
Hasilnya, angka kematian di Jakarta lebih rendah daripada di Indonesia maupun dunia.
"Jakarta case fatality 3 persen, dunia 3,4 persen, Indonesia 4,3 persen. Indonesia tanpa Jakarta case fatalitynya 4,7 persen," ungkap pria kelahiran Kuningan ini.
Menurutnya, melakukan tes secara terus menerus akan dapat mendeteksi status Covid-19 di Jakarta.
Dengan angka-angka tersebut, Anies menjelaskan jika kasus Covid-19 di DKI Jakarta bisa terkendali.