Thailand Laporkan Kasus Covid-19 Transmisi Lokal Pertama Selama 100 Hari Terakhir
Thailand melaporkan kasus COVID-19 domestik pertama dalam 100 hari. Pasien merupakan seorang narapidana.
Penulis:
Inza Maliana
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM - Thailand melaporkan penularan virus corona lokal pertamanya selama lebih dari 100 hari terakhir pada Kamis (3/9/2020).
Ditengarai, virus tersebut datang dari seorang pria yang baru-baru ini dipenjara, gagal dalam tes rutin di penjara Bangkok.
Pria berusia 37 tahun itu dinyatakan positif pada Rabu (2/9/2020) kemarin, selama tes mingguan yang dijadwalkan.
Departemen Kehakiman setempat mengatakan, dia tidak bepergian ke luar negeri atau melakukan kontak dekat dengan kasus positif yang diketahui.
Sebelumnya, pria itu ditangkap karena penyalahgunaan narkoba pada 26 Agustus lalu, menurut laporan CNA, Kamis (3/9/2020).
Baca: Raja Thailand Bebaskan Mantan Selirnya yang Dipenjara bersama 1000 Terpidana Mati
Baca: Phuket Jadi yang Pertama, Pariwisata Thailand Dibuka untuk Turis Asing Mulai 1 Oktober
Pria yang merupakan mantan DJ klub malam itu, kini telah dirawat di rumah sakit.
Sedangkan, beberapa tahanan yang berhubungan dekat dengannya telah diisolasi.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Suwannachai Wattanayingcharoenchai.
Ia mengatakan, kelompok kecil narapidana yang berhubungan dekat elah dikarantina dalam prosedur standar untuk membatasi kemungkinan penyebaran virus.
Dalam prosedur rutin lainnya, pria itu diuji sebagai bagian dari 34 narapidana baru.
Dia hanya memiliki gejala yang mungkin ringan, lendir yang berlebihan.
Baca: Thailand Bakal Jadikan Penjara untuk Tempat Wisata, Ada Kontes Memasak hingga Toko Suvenir
Baca: Sambil Mabuk, Turis Wanita Tanpa Busana Tertangkap Kamera Hendak Naiki Kuil Buddha di Thailand
"Kasus ini menegaskan apa yang kami coba katakan selama ini. Kami tidak dapat mempertahankan jumlah kasus menjadi nol."
"Tetapi yang dapat kami lakukan adalah mendeteksi kasus dengan cepat dan membatasi penularan," kata Suwannachai dalam konferensi pers.
"Saat ini kami sudah siap dalam hal perbekalan kesehatan, tenaga medis dan tempat tidur rumah sakit. Kami harus menyadari kasus yang ada, tetapi kami tidak boleh takut," tambahnya.
Pihak berwenang akan menguji lima kontak dekat di keluarganya dan 20 orang termasuk pengacara yang berada di pengadilan bersamanya.