Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Simak Saran IDAI untuk Mencegah Anak Terpapar Covid-19

Sejak saat itu, angka positif Covid-19 pada anak di Indonesia terus dipantau dan hasilnya kian mengkhawatirkan.

Simak Saran IDAI untuk Mencegah Anak Terpapar Covid-19
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berdiri di depan spanduk saat acara Gerakan Kampanye Masker Nasional di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat, Minggu (30/8/2020). Acara ini dilakukan untuk peningkatan kepatuhan masyarakat dalam menggunakan masker untuk pencegahan Covid-19 melalui gerakan membagi dan mengajak memakai masker. Tribunnews/Irwan Rismawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Kabar mengejutkan terjadi pada awal Mei lalu, seorang balita di Kota Malang dinyatakan positif Covid-19.

Balita tersebut diduga memiliki riwayat kontak dengan orang tanpa gejala (OTG).

Sejak saat itu, angka positif Covid-19 pada anak di Indonesia terus dipantau dan hasilnya kian mengkhawatirkan.

Bahkan, temuan dari Pendiri KawalCovid-19 mengungkapkan tingkat kematian anak-anak akibat Covid-19 di Indonesia sangat tinggi sekali.

Pendiri KawalCovid-19 Ainun Najib mengatakan dibandingkan negara lain, Indonesia termasuk negara yang tingkat kematian anaknya sangat tinggi.

"Tingkat kematian anak, kita termasuk tinggi sekali di dunia. Kalau kita lihat beberapa negara yang lain itu nol atau mendekati nol. Indonesia cukup tinggi lebih dari 140 usia anak-anak itu termasuk di antara yang meninggal dunia," kata Ainun dalam webinar yang disiarkan channel Youtube Katadata Indonesia, Kamis (3/9/2020).

Baca: Satgas Covid Sebut Upaya Pemerintah Selama 6 Bulan Menekan Persebaran Corona Buahkan Hasil

Berdasarkan data yang dibeberkan Ainun, tingkat kematian anak 0-5 tahun sebanyak 1,46 persen. Sementara 6-17 berjumlah 0,72 persen.

Ainun mengatakan jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang kematian warganya mencapai 200 ribu, kematian anak-anak hanya sekitar 114 orang.

Sementara Indonesia yang angka kematiannya hanya sepersepuluh Amerika Serikat justru lebih banyak.

Melihat mempertimbangkan masih tingginya angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 pada anak maupun dewasa di Indonesia, dan mempertimbangkan keadaan lokal, kultural, serta aspek-aspek perkembangan anak dalam membangun kebiasaan kesehatan dan interaksi sosial, maka IDAI menyarankan beberapa hal.

Halaman
123
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas