Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Satgas Covid-19: Tidak Perlu Ada Stigma Negatif Kepada Pejabat Publik yang Positif Corona

Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan virus Corona atau Covid-19 tidak mengenal jabatan, jenis kelamin, dan umur.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Satgas Covid-19: Tidak Perlu Ada Stigma Negatif Kepada Pejabat Publik yang Positif Corona
Tribunnews.com/ Fransiskus Adhiyuda
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito saat Update Penanganan Covid-19 melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (20/8/2020). / Capture video 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan virus Corona atau Covid-19 tidak mengenal jabatan, jenis kelamin, dan umur.

Siapa pun bisa terpapar termasuk pejabat.

Karena itu, ia meminta tidak ada stigma negatif kepada pejabat yang terpapar Covid-19.

Baca: Minyak Kayu Putih Asli Pulau Buru jadi Primadona di Masa Pandemi Covid-19

"Tidak perlu terjadi stigma negatif kepada para pejabat publik," kata Wiku Adisasmito di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2020).

Wiku mengatakan dari pemberitaan media massa diketahui banyak kepala daerah dan pejabat publik yang terpapar Covid-19.

Bahkan ada lima kepala daerah yang meninggal karena Covid-19.

Baca: Pesan Pasien Sembuh dari Covid-19: Kita Nggak Pernah Tahu, Badan Sehat Ternyata Kita adalah Carrier

Rekomendasi Untuk Anda

"Dari berbagai pemberitaan di media bahwa makin banyak pejabat yang terkonfirmasi positif. dan ini merupakan bentuk transparansi publik," katanya.

Karena itu, Wiku meminta agar penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat dan disiplin di semua tempat.

Termasuk diperkantoran yang kasusnya semakin lama semakin meningkat.

Baca: Jokowi Diminta Terbitkan Perppu untuk Cegah Penularan Covid-19 Saat Pilkada

"Kami mohon agar betul-betul seluruh masyarakat seluruh pimpinan kantor betul-betul dapat melindungi diri melindungi saudara kerabat sejawat agar tidak terjadi korban lagi semua ini tergantung pada kita semuanya dalam merubah perilaku untuk menjalankan protokol kesehatan," katanya.

Ada pun lima kepala daerah yang meninggal yakni Bupati Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, Atripel Tumimomor; Wali Kota Tanjungpinang Syahrul; Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Nadjmi Adhani; Wakil Bupati Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, Edward Antony; dan Wakil sekaligus Pelaksana Tugas Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin.

Sementara itu pejabat publik meninggal yakni Sekretaris Daerah Pemprov DKI, Saefullah.

Cara Mencegah Penularan Virus Corona

Penularan virus corona dapat dilakukan tindakan pencegahan agar tidak tertular sebagai berikut:

1. Menjaga kesehatan dan kebugaran agar sistem imunitas tubuh meningkat.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas