Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Proses Penerbitan Izin Darurat Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Akan Lebih Mudah

Retno Marsudi mengatakan otoritas Inggris telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Proses Penerbitan Izin Darurat Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca Akan Lebih Mudah
Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi 

Laporan Wartawan Tribunnews Taufik Ismail

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan otoritas Inggris telah mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Kabar tersebut menggembirakan karena AstraZeneca merupakan satu dari sejumlah merk vaksin yang akan digunakan di Indonesia.

"Kemarin kita menerima kabar bahwa emergency use of authorization atau EUA untuk Astrazeneca telah diberikan oleh Medicine and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA) Inggris," kata Retno dalam konferensi pers virtual, Kamis, (31/12/2020).

Retno mengatakan dengan keluarnya izin penggunaan darurat dari otoritas Inggris tersebut maka akan memudahkan BPOM dalam mengeluarkan izin penggunaan darurat di Indonesia.

Baca juga: Pemerintah Berupaya Maksimal Penuhi Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Alasannya kata Retno otoritas Inggris (MHRA) merupakan salah satu dari enam strangent regulatory authorities yang memiliki hubungan dengan BPOM.

"Melalui mekanisme reliance , proses penerbitan emergency use of authorization atas vaksin Astrazeneca di Indonesia akan lebih mudah," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih jauh Retno menjelaskan bahwa hasil proses penerbitan izin penggunaan darurat vaksin di Inggris tersebut dapat dijadikan acuan BPOM dalam menerbitkan izin penggunaan darurat di Indonesia.
Untuk diketahui seluruh vaksin yang beredar di Indonesia harus mengantongi izin penggunaan darurat dari BPOM meskipun izin yang sama telah keluar di negara asalnya.

Baca juga: Korlantas Gelar Rapid Test Antigen di Kawasan Puncak, Cegah Penyebaran Covid 19 di Tempat Wisata

"Hasil emergency use of authorization di Inggris ini dapat dijadikan basis dan review dikeluarkannya emergency use of authorization di Indonesia," katanya.

Menurut Retno, BPOM akan berupaya secepat mungkin untuk menerbitkan izin penggunaan darurat vaksin, dengan tetap mengikuti prosedur ilmiah agar aspek keamanan dan efektivitas vaksin.

"Sebagaimana dijelaskan Kepala BPOM kemarin, upaya terkoordinasi dengan semua pihak dan lembaga terkait baik di Indonesia dan di luar negeri terus dilakukan untuk mempercepat emergency use of authorization (izin penggunaan darurat). Tentunya proses ini tidak akan pernah mengkompromikan aspek keamanan, efektivitas, dan kualitas vaksin," ujarnya.

Sebelumnya Retno Marsudi mengatakan bahwa pemerintah akan terus berupaya mendatangkan vaksin secepatnya agar program vaksinasi dapat segera dilakukan.

Baca juga: Tren Kasus Covid-19 Klaster Keluarga Meningkat, Kemen PPPA Masifkan Sosialisasi Prokes

Pemerintah kata Retno telah menandatangani komitmen pengadaan 50 juta dosis vaksin dari perusahaan asal Amerika Serikat, Novovax.

"Kemarin, Indonesia telah menandatangani komitmen suplai dari Novavax dengan menggunakan platform protein subunit rekombinan yang berasal dari Amerika Serikat sebesar 50 juta dosis," kata Retno dalam konferensi pers virtual, Kamis, (31/12/2020).

Selain dengan Novovax pemerintah juga telah menandatangani kerjasama pengadaan vaksin dengan perusahaan yang berkantor di Inggris, AstraZeneca. Kerjasama dilakukan dengan platform viral vector sebanyak 50 juta dosis vaksin.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas