Tribun

Penanganan Covid

BPOM Tegaskan Kandungan Bahan Vaksin Covid-19 Sinovac Halal

Penny K Lukito menegaskan dari awal bahan dan proses pembuatan vaksin Covid-19 tidak menunjukan sifat yang berbahaya.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Adi Suhendi
zoom-in BPOM Tegaskan Kandungan Bahan Vaksin Covid-19 Sinovac Halal
istimewa/Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito saat jumpa pers di Kantor Presiden, Selasa(1/9/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito menegaskan dari awal bahan dan proses pembuatan vaksin Covid-19 tidak menunjukan sifat yang berbahaya.

Proses pumbuatan dan bahan yang digunakannya pun halal.

Ia mengatakan, data-data terkait audit bahan dan proses tersebut telah diberikan BPOM kepada MUI sebagai data pendukung dan pelengkap dalam mengeluarkan fatwa halal.

Baca juga: Keluarga Korban Covid-19 di Sumedang Pertanyakan Penanganan, Ada Kejanggalan Swab dan Penguburan

Hal itu disampaikan Penny dalam Media Briefing Pengawalan Keamanan, Khasiat dan Mutu Vaksin Covid-19 secara virtual, Jumat (8/1/2020).

"Terkait sertifikat halal yang akan diterbitkan oleh MUI, dalam berkoordinasi pertama saat bersama kami melakukan audit. Kami pun juga memberikan data-data mutu dari vaksin covid-19 ini yang menunjukkan tidak ada proses atau tidak menggunakan bahan-bahan yang sifatnya mengandung yang tidak halal," ungkap Penny.

Baca juga: MUI: Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Halal dan Suci, Penggunaannya Tunggu Keputusan BPOM

Perempuan berhijab ini pun mengatakan, terus melakukan komunikasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memproses izin penggunaan darurat atau (EUA) vaksin Covid-19 Sinovac.

"Jadi itu sudah berproses terakhir kami berkomunikasi bahwa secepatnya kami memberikan informasi dan rekomendasi terkait EUA, itu akan kami infokan kepada MUI dan segera akan berproses dengan cepat sehingga sertifikasi halal itu akan juga dikeluarkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," jelas dia.

MUI Tetapkan Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac Halal dan Suci

Komisi Fatwa MUI Pusat menetapkan vaksin Covid-19 buatan Sinovac halal dan suci digunakan.

Penetapan tersebut dilakukan setelah Komisi Fatwa MUI menggelar rapat pleno tertutup di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Jumat (8/1/2021).

Namun, fatwa yang dikeluarkan MUI ini belum final karena masih menunggu izin keamanan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Yang terkait aspek kehalalan, setelah dilakukan diskusi panjang penjelasan auditor, rapat Komisi FAtwa menyepekati bahwa vaksin Covid-19 yang diproduksi Sinovac Lifescience yang sertifikasinya diajukan Biofarma suci dan halal," ujar Ketua MUI Bidang Fatwa KH. Asrorun Niam Sholeh, Jumat (8/1/2020) di Hotel Sultan, Jakarta.

Baca juga: BREAKING NEWS Fatwa MUI: Vaksin Covid-19 Sinovac Suci dan Halal

Menurutnya, meskipun sudah halal dan suci, fatwa MUI belum final karena masih menunggu keputusan BPOM terkait keamanan (safety), kualitas (quality), dan kemanjuran (efficacy).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas