Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lewati India, Politikus Demokrat: Kebijakan PSBB dan PPKM Tak Efektif

Kasus aktif Covid-19 di Indonesia ternyata telah melewati kasus aktif Covid-19 di India.

Kasus Aktif Covid-19 Indonesia Lewati India, Politikus Demokrat: Kebijakan PSBB dan PPKM Tak Efektif
Tribunnews/JEPRIMA
Ilustrasi: Petugas medis saat akan membawa sejumlah warga yang diduga terpapar virus covid-19 menggunakan Bus Sekolah menuju ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet di Puskesmas Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (25/01/2021). Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia diprediksi bakal menembus angka 1 juta orang. Data terakhir pada Minggu (24/1) mencatat, jumlah pasien yang telah terinfeksi virus corona telah mencapai 989.262 kasus. Dihimpun dari Kementerian Kesehatan rata-rata kenaikan kasus pada data harian jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Indonesia mencapai 10 kasus dalam sepekan terakhir. Tribunnews/Jeprima 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kasus aktif Covid-19 di Indonesia ternyata telah melewati kasus aktif Covid-19 di India.

Hal ini terungkap dalam data yang disajikan https://www.worldometers.info/coronavirus/.

Berdasarkan amatan Tribunnews.com, Senin (1/2/2021), kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 175.095 kasus.

Jumlah tersebut menjadikan kasus aktif Covid-19 di Indonesia sebagai yang terbanyak di Asia.

India sendiri berada di urutan kedua dengan 169.208 kasus.

Baca juga: 13.300 Jenazah di Jakarta Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Terkait hal itu, anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Demokrat Lucy Kurniasari mengatakan kasus aktif yang melonjak dikarenakan kebijakan yang tidak efektif.

"Kasus Covid-19 sudah tembus 1 juta orang. Ini menunjukkan kebijakan pemerintah melalui PSBB dan PPKM tidak efektif. Kebijakan PSBB dan PPKM menurut saya terlalu kompromistis dengan mencari jalan tengah antara kesehatan dan ekonomi. Kebijakan kompromi ini terbukti tidak efektif," ujar Lucy, ketika dihubungi Tribunnews.com, Senin (1/2/2021).

Baca juga: Pemprov DKI Batal Pangkas Ukuran Makam Covid-19, Ini Sejumlah Alasannya

Menurut Lucy, PSBB dan PPKM terlalu longgar dan tidak memperhatikan aspek geografis.

Kasus PPKM yang dibatasi di Pulau Jawa dan Bali misalnya, tetap saja tidak dapat membatasi mobilisasi warga.

Halaman
1234
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas