Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pakar WHO Akan Adakan Pertemuan Hari Ini Bahas Soal Keamanan Vaksin AstraZeneca

Mereka menegaskan bahwa manfaat penggunaan vaksin ini masih jauh lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pakar WHO Akan Adakan Pertemuan Hari Ini Bahas Soal Keamanan Vaksin AstraZeneca
JOEL SAGET / AFP
Ilustrasi vaksin Covid-19 dari Universitas Oxford dan AstraZeneca, diambil pada 23 November 2020. 

Piedmont adalah wilayah kedua yang melakukannya setelah Sisilia, tempat dua orang tewas tak lama setelah disuntik.

WHO mengimbau kepada semua negara untuk tidak menghentikan program vaksinasi terhadap warganya untuk menekan penyebaran virus yang telah menyebabkan lebih dari 2,7 juta kematian di seluruh dunia.

Vaksin AstraZeneca ini termasuk yang pertama dan termurah untuk dikembangkan dan diluncurkan dalam jumlah besar sejak Covid-19 pertama kali diidentifikasi di China pada akhir 2019 lalu.

Selain itu, vaksin ini disebut akan menjadi andalan program vaksinasi pada banyak negara berkembang.

Thailand pun pada hari Senin kemarin telah mengumumkan rencana untuk melanjutkan vaksinasi menggunakan vaksin yang diproduksi perusahaan Inggris-Swedia ini setelah menghentikan sementara programnya pada Jumat lalu.

WHO mengatakan panel penasehatnya sedang meninjau laporan yang terkait dengan vaksin itu dan akan merilis temuannya secepat mungkin.

Namun organisasi ini menyampaikan bahwa tidak mungkin mengubah rekomendasi yang telah dikeluarkan pada bulan lalu untuk penggunaan vaksin ini secara luas.

Rekomendasi Untuk Anda

Termasuk penggunaan di negara-negara yang memiliki varian virus Afrika Selatan dan diduga dapat mengurangi efektivitas vaksin ini.

EMA juga mengatakan bahwa tidak ada indikasi peristiwa pembekuan darah ini disebabkan oleh vaksinasi.

Bahkan jumlah pembekuan darah yang dilaporkan pun tidak lebih tinggi dibandingkan yang terlihat pada populasi pada umumnya.

Beberapa efek samping yang dilaporkan terjadi di Eropa memang telah menghambat program vaksinasi yang telah berada di bawah tekanan karena distribusi yang lambat dan skeptisisme atau sikap tidak percaya terhadap vaksin di beberapa negara.

Pemerintah Belanda mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa mereka telah melihat 10 kasus kemungkinan efek samping yang merugikan dari penggunaan vaksin AstraZeneca.

Ini terjadi beberapa jam setelah pemerintah menunda program vaksinasi menyusul adanya laporan terkait potensi efek samping yang terjadi di negara lain.

Sementara Denmark melaporkan gejala yang 'sangat tidak biasa' pada warga mereka yang berusia 60 tahun yang meninggal karena pembekuan darah setelah menerima vaksin.

Frasa yang sama juga digunakan pada hari Sabtu lalu oleh Norwegia yang menyatakan bahwa sekitar tiga orang warganya yang berusia di bawah 50 tahun kini sedang dirawat di rumah sakit.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas