Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pria di Jakarta Meninggal Usai Divaksin, Kemenkes Masih Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca

Vaksinasi Covid-19 dengan vaksin AstraZeneca masih berlangsung meski ada pemuda 22 tahun asal Buaran, Jakarta, meninggal dunia usai divaksin.

Pria di Jakarta Meninggal Usai Divaksin, Kemenkes Masih Lanjutkan Vaksinasi AstraZeneca
Tribunnews/HO/Puspen TNI
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 AstraZeneca di Mabes TNI yang dilaksanakan oleh Pusat Kesehatan (Puskes) TNI dan diberikan kepada PNS Unit Organisasi Mabes TNI dengan target 2.850 vaksin, bertempat di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (26/3/2021). Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyiapkan 130.000 vaksin Covid-19 AstraZeneca yang diberikan oleh Pemerintah melalui Menteri Kesehatan, yang akan didistribusikan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI di 10 Provinsi Indonesia. Tribunnews/HO/Puspen TNI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pemuda 22 tahun asal Buaran, Jakarta, meninggal dunia setelah satu hari menerima suntikan vaksin.

Komnas KIPI menyatakan hingga saat ini penyebab meninggalnya almarhum masih belum cukup bukti untuk dikaitkan dengan vaksinasi.

Oleh karena itu masih perlu dilakukan investigasi lebih lanjut.

Meski demikian, Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi Covid-19 dengan vaksin AstraZeneca masih berlangsung.

Baca juga: Kronologi Pria 22 Tahun di Jakarta Meninggal Usai Vaksinasi AstraZeneca, Sempat Demam dan Lemas

Baca juga: Seorang Pria di Jakarta Meninggal Sehari Pasca-Vaksinasi Covid-19, Ini Kata Komnas KIPI

Ia menyebut, belum ada rekomendasi dari lembaga atau instansi terkait untuk menghentikan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca.

"Tetap berlanjut, karena suda banyak orang yang divaksin dan ini belum tentu karena vaksin," kata dia kepada Tribunnews.com, Senin (10/5/2021).

Ilustrasi Astra Zeneca
Ilustrasi Astra Zeneca (Istimewa)

Dihubungi terpisah Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. Hindra Irawan Satari menjelaskan, pihaknya bersama Komda dan Dinas Kesehatan DKI masih melakukan investigasi terkait kejadian itu.

"Ini terlalu cepat untuk membuktikan ini karena vaksin. Untuk menyebab penyakit lain. Dinkes DKI sedang menelusuri pengobatan yang bersangkutan dengan mencari keterangan kepada dokter yang sering dikunjungi Trio," ungkap Hindra.

Baca juga: Gubernur Anies Angkat Bicara Soal Warganya Sakit, Kejang dan Meninggal Setelah Vaksin AstraZeneca

Baca juga: Ada Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm, Ketahui Perbedaan 3 Vaksin yang Digunakan di Indonesia

Hindra juga mengatakan, sedang membahas permasalahan tersebut bersama BPOM RI serta Kementerian Kesehatan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas