Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Klaster Takziah Karangsari Kendal Meningkat, Satgas PPKM Mikro Putuskan Dirikan Dapur Umum

Klaster takziah Kelurahan Karangsari Kendal meningkat, Satgas PPKM mikro putuskan untuk mendirikan dapur umum untuk suplai kebutuhan warga isolasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Citra Agusta Putri Anastasia
zoom-in Klaster Takziah Karangsari Kendal Meningkat, Satgas PPKM Mikro Putuskan Dirikan Dapur Umum
Tangkap Layar KompasTV
Klaster takziah Kelurahan Karangsari Kendal meningkat, Satgas PPKM mikro memutuskan untuk mendirikan dapur umum untuk suplai kebutuhan warga isolasi. 

Pemda Kelurahan Karangsari Berlakukan Lockdown Satu RT

Dikutip dari Tribun Jateng, sebelumnya, pemerintah Kelurahan Karangsari, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, telah melakukan lockdown lokal pada RT 01 RW 04.

Baca juga: Surabaya Dinilai Bisa Berakhir Jadi Wuhan karena Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan Cegah Covid19

Hal itu dilakukan karena menindaklanjuti banyaknya temuan warga yang terpapar Covid-19 usai mengikuti rombongan takziah ke kelurahan lain.

Mereka diduga tertular usai mengikuti takziah di Kelurahan Jotang, Kendal.

Lurah Karangsari, Gatot Tunggul Wulung, mengatakan penemuan klaster baru penyebaran Covid-19 di wilayahnya ini berawal dari seorang warga yang melaporkan diri ke kelurahan.

Warga tersebut mengeluh sakit berupa batuk-batuk dan meriang.

Gatot lantas mengantarkan warganya tersebut ke Puskesmas setempat untuk melakukan tes swab.

Rekomendasi Untuk Anda

Setelah dites, warga tersebut dinyatakan positif Covid-19

Saat melakukan tracing, ternyata keluarga juga dinyatakan positif.

Setelah ditelusuri lebih dalam, mereka terpapar saat mengikuti rombongan takziah di Kelurahan Jotang dengan menaiki minibus.

"Kemudian kami lakukan tes swab kepada keluarganya. Hasilnya istrinya juga tertular covid-19. Setelah ditelusuri, orang tersebut mengikuti rombongan takziah di Kelurahan Jotang dengan menaiki minibus," kata Gatot, Rabu (9/6/2021).

Gatot menuturkan, minibus dinaiki sekitar 50 orang dari kapasitas 25 orang.

Saat semua orang yang terlibat dalam rombongan tersebut melakukan tes swab, dari 20 sampel swab, 10 di antaranya dinyatakan positif covid-19.

Atas dasar temuan kasus yang terus berkembang, Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan tes swab massal warga setempat.

Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana paparan covid-19 di Kelurahan Karangsari.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas