Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Kantor Kementerian Diusulkan Lockdown, Faskes Diprediksi Bakal Kolaps Sebulan ke Depan

Tjahjo mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan BNPB, Kemenkes, dengan Satgas Covid untuk mencermati setiap perkembangan

Kantor Kementerian Diusulkan Lockdown, Faskes Diprediksi Bakal Kolaps Sebulan ke Depan
Capture video @merekamjakarta
Pasien Covid-19 membludak antre masuk Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran. 

TRIUNNEWS.COM, JAKARTA - Angka kasus positif covid-19 di Jakarta bertambah 4.144 dalam sehari per Kamis(17/6).

Melonjak drastisnya kasus tersebut membuat pemerintah berencana melakukan beberapa pertimbangan, salah satu di antaranya adalah melakukan penutupan kantor secara sementara seluruh kantor kementerian.

"Memang ada masukan-masukan dari kementerian/lembaga untuk perlunya lockdown dalam rangka mensterilkan kantor kementerian/lembaga yang ada.

Tapi KemenPANRB untuk kerja di kantor dan kerja di rumah menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan kementerian/lembaga melihat situasi dan kondisi yang ada di kementerian/lembaga, instansi dan pemda masing-masing,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo.

Baca juga: Tingkat Keterisian RS Covid-19 di Solo Capai 87 Persen, Kepala Dinkes: Saya Sudah Mulai Deg-degan

Akan tetapi lanjut Tjahjo, hal tersebut belum diputuskan secara resmi oleh pemerintah.

“Sampai saat ini pemerintah belum mengambil keputusan berkaitan dengan berkembangnya suasana untuk lockdown. Khususnya di kantor-kantor pemerintah,” katanya.

Tjahjo mengatakan pihaknya selalu berkoordinasi dengan BNPB, Kemenkes, dengan Satgas Covid untuk mencermati setiap perkembangan dan dinamika di penanganan covid-19. Khususnya di beberapa daerah yang berzona merah.

“KemenPANRB menunggu saja apa yang menjadi keputusan serta bagaimana ke depan. Tetapi yang penting ASN harus tetap produktif, harus tetap sehat, tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Sekjen PBNU: Jaga dan Tingkatkan Protokol Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, sebelumnya pemprov DKI telah melakukan program uji coba sekolah tatap muka di 83 sekolah di tahap pertama dan kemudian berlanjut di 143 sekolah.

Saat itu, kegiatan sekolah dilakukan dengan protokol kesehatan ketat, dimana baik guru maupun orangtua siswa telah menerima vaksin.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas