Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Apa Itu Varian Lambda? Benarkah Lebih Menular dari Varian Delta dan Kebal terhadap Vaksin Sinovac?

Inilah penjelasan mengenai varian virus corona (Covid-19) Lambda yang pertama kali terdeteksi di Peru. Benarkah lebih menular dari varian Delta?

Apa Itu Varian Lambda? Benarkah Lebih Menular dari Varian Delta dan Kebal terhadap Vaksin Sinovac?
Freepik
Ilustrasi virus corona - Inilah penjelasan mengenai varian virus corona (Covid-19) Lambda yang pertama kali terdeteksi di Peru. Benarkah lebih menular dari varian Delta? 

Ini adalah variasi dari virus corona baru yang pertama kali tercatat di negara itu pada Agustus 2020.

Asal pasti varian Lambda, yang sebelumnya dikenal sebagai strain Andes, masih belum jelas, tetapi para ilmuwan mengatakan mutasi itu pertama kali muncul di Amerika Selatan.

Selama tiga bulan terakhir, varian Lambda telah berkembang mendominasi 80 persen dari semua kasus di Peru, menurut Institut Kesehatan Nasional negara itu.

"Ketika kami menemukannya, itu tidak menarik banyak perhatian," kata Pablo Tsukayama, seorang dokter di mikrobiologi molekuler di Universitas Cayetano Heredia di Lima dan salah satu orang yang mendokumentasikan kemunculan varian Lambda.

"Tetapi kami terus memproses sampel, dan pada bulan Maret, sudah ada di 50 persen sampel di Lima. Pada April, itu ada di 80 persen sampel di Peru," kata Tsukayama.

Baca juga: Bukan Hanya Delta, Virus Varian Lokal Pernah Dominasi Kasus Covid-19 di Indonesia

Lonjakan dari satu menjadi 50 persen itu merupakan indikator awal dari varian yang lebih menular, tambahnya.

Menurut Tsukayama, strain Lambda pada awalnya tidak menimbulkan kekhawatiran karena strain baru biasa ditemukan di tempat-tempat dengan tingkat infeksi yang tinggi.

Amerika Latin dan Karibia, sementara rumah bagi delapan persen populasi global, menyumbang 20 persen dari kasus Covid-19 dunia, menurut laporan 24 Juni 2021 oleh Layanan Penelitian Kongres yang berbasis di Amerika Serikat.

"Tetapi sekitar Mei, Chili dan Peru meminta WHO untuk mempertimbangkan varian dan menambahkannya ke daftar varian yang diminati. Pertengahan Juni lalu, WHO menerima dan melabelinya sebagai Lambda," jelas Tsukayama.

Di mana varian Lambda menyebar?

Halaman
1234
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas