Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Mahfud MD: Minimnya Serapan Anggaran Covid-9 di Daerah Disorot Presiden

Mahfud MD mengatakan Jokowi mencatat hingga akhir Juli ini mayoritas pemerintah daerah baru menggunakan sekira 20% anggaran tersebut.

Mahfud MD: Minimnya Serapan Anggaran Covid-9 di Daerah Disorot Presiden
Tribunnews.com/Gita Irawan
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti minimnya serapan refocussing anggaran untuk penanggulangan Covid-19 di daerah.

Mahfud MD mengatakan Jokowi mencatat hingga akhir Juli ini mayoritas pemerintah daerah baru menggunakan sekira 20% anggaran tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam rapat kabinet terkait bantuan sosial di Istana Negara.

"Bansos nanti kita awasi, karena tadi kami juga baru rapat sebelum ke sini, ada rapat. Salah satu keluhan itu, catatan presiden yang tadi disampaikan ke para menteri, anggaran refocussing di daerah-daerah itu, belum ada yang menyerap lebih dari 20%. Ini sudah akhir Juli. Baru sedikit sekali," kata Mahfud dalam dialog virtual bersama para pengurus dan pimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin), dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi), Kamis (29/7/2021).

Ia mengatakan dalam hal tersebut pemerintah sedang memikirkan cara menghadapi dilema terkait hal tersebut.

Baca juga: Berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah, BIN Lakukan Akselerasi Vaksinasi Covid-19 di Gowa

Dilema tersebut yakni jika aturan pencairan dana dilonggarkan maka pertanggungjawabannya sulit dilakukan dan berpotensi untuk disalahgunakan.

Namun demikian, jika aturan diperketat maka pemerintah daerah sulit untuk bergerak.

"Tapi kalau rigid, diperketat mereka tidak bergerak, padahal rakyatnya butuh cepat," kata Mahfud.


Indonesia Masih Catat Kasus Kematian Harian Tertinggi di Dunia

Halaman
123
Penulis: Gita Irawan
Editor: Adi Suhendi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas