Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemerintah Jemput Bola Rampungkan Vaksinasi Lansia

Beberapa tantangan vaksinasi lansia yang dihadapi daerah sehingga target vaksinasi lansia belum tercapai.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Pemerintah Jemput Bola Rampungkan Vaksinasi Lansia
istimewa
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam konferensi virtual, Rabu (27/10/2021). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Capaian vaksinasi Covid-19 untuk lansia belum sesuai harapan.

Padahal kelompok ini berisiko tinggi mengalami gejala yang lebih berat saat terpapar Covid-19.

Untuk itu, kelompok lansia selalu menjadi prioritas.

Vaksinasi lansia diketahui dimulai sejak Maret 2021.

Namun, hingga saat ini, baru 43 persen sasaran vaksinasi lansia mendapatkan dosis pertama.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemerintah menetapkan kebijakan vaksinasi lansia jadi salah satu indikator penurunan level PPKM kabupaten/kota guna mendorong percepatannya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Targetnya, minimal dosis pertama dikejar sampai akhir Desember 2021. Karena kita tahu, kesakitan dan kematian pada usia di atas 59 tahun meningkat 6-7 kali lebih tinggi daripada non lansia,” kata
Nadia dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN, Kamis (11/11/2021).

Ia menambahkan, berkaca pada pengalaman Singapura, di mana sebagian besar kasus meninggal adalah lansia yang belum tervaksinasi sehingga kerentanannya tinggi.

Baca juga: Jubir Kominfo: Sebaran Hoaks Covid-19 Mengalami Kenaikan Per 11 November, Terbanyak di Facebook

Nadia menegaskan, kelompok lansia tidak perlu khawatir karena vaksin Covid-19 sudah melalui uji klinis, sangat aman dan efek sampingnya kecil.

“Justru vaksin Covid-19 ini ditujukan bagi lansia dan orang yang punya komorbid, karena itulah kelompok yang terbanyak terdampak dengan sakit parah bahkan kematian,” katanya.

Mengenai vaksin booster, Nadia menyebutkan hal tersebut sudah menjadi bagian dari perencanaan perlindungan masyarakat dan sudah dilaksanakan pada tenaga kesehatan.

Diketahui, seiring waktu, imunitas akan berkurang dan munculnya turunan varian Delta selalu mengancam.

"Sehingga perlu adanya vaksin tambahan untuk memperkuat imunitas, antibodi yang sudah terbentuk dari vaksin satu dan dua,” ujarnya.

Baca juga: Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia Diharapkan Capai Target 50 Persen di Akhir 2021

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Pekanbaru, Firdaus memaparkan beberapa tantangan vaksinasi lansia yang dihadapi di daerahnya, menyebabkan target vaksinasi lansia belum tercapai dan
diharapkan dapat dikejar sebelum 22 November 2021 untuk evaluasi PPKM berlevel.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas