Tribun

Virus Corona

Varian Delta Sudah Bermutasi Jadi 25 Anak dan Cucunya, di Indonesia Paling Banyak AY.23 dan AY.4

Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan virus Corona varian Delta sudah bermutasi menjadi 25 anak dan cucunya selama pandemi Covid-19.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Anita K Wardhani
Varian Delta Sudah Bermutasi Jadi 25 Anak dan Cucunya, di Indonesia Paling Banyak AY.23 dan AY.4
shutterstock
Ilustrasi Covid-19 Varian Delta. Varian Delta Sudah Bermutasi Jadi 25 Anak dan Cucunya, di Indonesia Paling Banyak AY.23 dan AY.4 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Igman Ibrahim

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan virus Corona varian Delta sudah bermutasi menjadi 25 anak dan cucunya selama pandemi Covid-19.

Hal ini terus diwaspadai untuk mencegah penularan virus Corona.

"Jadi Delta yang asli itu D.1.617.2. Dia sekarang sudah bermutasi menjadi 25 anak dan cucunya. Yang paling banyak di Indonesia adalah AY.23 dan AY.4 ya," kata kata Budi dalam diskusi daring dalam kanal PKS TV pada Sabtu (13/11/2021).

Baca juga: Risiko Penularan Masih Tinggi, Menkes Sebut Vaksinasi Belum Selesaikan Pandemi Covid-19 di Indonesia

Baca juga: Menkes : Aktivitas di Tempat Kerja Masih Berisiko Tinggi Terhadap Penularan Covid-19

Di Inggris, kata Budi, ada mutasi virus Corona varian Delta baru yang menyebabkan adanya peningkatan kasus penularan. Adapun Delta ini bernama AY.4.2 atau biasa disebut sebagai Delta plus.

"Ini contohnya terjadi di Inggris ya. Jadi di Inggris itu terjadi kenaikan. Karena memang varian baru. Kemudian begitu dia naik gara-gara Delta ternyata kita lihat Deltanya juga sudah bermutasi. Terjadi mutasi juga dari Delta. Yang namanya AY.4.2 atau kemarin disebut oleh Pak Luhut namanya Delta plus," ungkap dia.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memimpin upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-57 di Auditorium Siwabessy Kantor Kemenkes di Jakarta pada Jumat (12/11/2021).
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memimpin upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-57 di Auditorium Siwabessy Kantor Kemenkes di Jakarta pada Jumat (12/11/2021). (Tribunnews.com/Rina Ayu)

Budi menyampaikan adanya varian baru Delta ini cukup mengkhawatirkan. Pemerintah juga berupaya agar virus tersebut tak menyebabkan lonjakan penularan Covid-19.

"Dan ini juga cukup mengkhawatirkan. Jadi selain varian-varian yang benar-benar baru, tapi varian Deltanya sendiri bermutasi dan di Inggris, ini menyebabkan kenaikan seperti ini. Nah, kita juga memonitor bukan hanya varian-varian baru keluar. Kita lihat di Indonesia sendiri varian Deltanya sudah bermutasi. Jadi ini Sat mutasi dari varian Delta," jelasnya.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Freepik)

Karena itu, ia menerangkan pemerintah tengah menjalankan strategi deteksi untuk mencegah virus Corona varian baru itu masuk ke Indonesia.

"Jadi kita selalu monitor sekarang, varian-varian baru apa yang bahaya. Dan kita sudah lihat sekarang monitor dari dekat tiga varian baru. Varian-varian baru yang juga menjadi perhatian WHO. Kita kontrol adalah jangan sampai varian baru ini kalau bisa jangan masuk ke Indonesia dengan memperkuat perbatasan-perbatasan kita," tukasnya.

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas