Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Penyebab Kasus Omicron Meningkat di AS hingga Korea Selatan

Cakupan vaksinasi Covid-19 yang luas bukanlah upaya pencegahan tunggal untuk mampu meminimalkan penularan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Penyebab Kasus Omicron Meningkat di AS hingga Korea Selatan
Tim Komunikasi Komite Penanganan Covid-19
Prof Wiku Adisasmito 

"Serta tingginya ketergantungan antarnegara sehingga lebih sulit untuk menerapkan kebijakan pencegahan," ungkap Prof Wiku.

3. Korea Selatan

Negara ketiga adalah Korea Selatan. Korea Selatan menjadi salah satu negara Asia dengan vaksinasi dosis lengkap tertinggi yaitu mencapai lebih dari 80 persen populasi.

Namun hal ini tidak menghentikan penularan Covid 19 yang terus meningkat serta tren kematian di Korea Selatan juga mengalami peningkatan.

Hal ini disebabkan karena persiapan menuju endemik yang tidak dilakukan dengan baik.

Penurunan kasus yang terjadi di bulan Oktober, diiringi dengan pembukaan bertahap pada aktivitas masyarakat.

Namun sayangnya implementasi protokol kesehatan pada tempat umum,  jam operasional bar dan restoran beserta tempat umum lainnya sudah tidak dibatasi.

Rekomendasi Untuk Anda

Berkaca dari ketiga negara itu, menurut Wiku kasus Covid-19 di Indonesia masih terkendali.

Hingga saat ini kasus positif Covid-19 terus mengalami penurunan dibarengi dengan kematian yang juga terus mengalami penurunan.

Namun cakupan vaksinasi dosis lengkap di Indonesia masih terbilang cukup rendah yaitu masih 39 persen dari total populasi.

"Dengan adanya kondisi yang cukup mengkhawatirkan di berbagai negara lainnya, maka kita perlu meningkatkan kewaspadaan dan semaksimal mungkin mencegah potensi penularan," tegas dia

Meski demikian, masih diperlukan penelitian lanjutan, terkait karakteristik varian ini.

Masih belum dapat disimpulkan data-data awal menunjukkan adanya kecenderungan gejala yang lebih ringan pada varian Omicron.
Namun data ini belum cukup untuk dijadikan kesimpulan.

"Begitu pula dengan lama penyakit pengaruhnya pada kekebalan tubuh baik dari penularan maupun vaksinasi serta pengaruhnya terhadap deteksi dengan alat uji diagnostik di antara berbagai negara yang sudah melaporkan adanya kasus Omicron," pungkas Wiku.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas