Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua DPD RI Ajak Pengusaha Cermati Dinamika Politik dan Ekonomi Global Agar Survive 

Ketua DPD RI, AA LANyalla Mahmud Mattalitti, mengajak para pengusaha untuk membaca dan mencermati dinamika politik dan ekonomi global.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Content Writer
zoom-in Ketua DPD RI Ajak Pengusaha Cermati Dinamika Politik dan Ekonomi Global Agar Survive 
dok. DPD RI
Ketua DPD RI, AA LANyalla Mahmud Mattalitti saat menjadi pembicara kunci dalam Webinar Business Outlook 2022 ‘Peran Kadin dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi dan Politik Global’,  Rabu (27/10/2021). 

“Tidak bisa negara hanya memberi kemudahan berusaha, tanpa memberikan arahan dan pendampingan. Terutama bagi UMKM. Termasuk memberikan informasi yang jelas dan terukur tentang market size. Jangan dibiarkan atau malah pengusaha didorong untuk membuka sebanyak-banyaknya usaha yang sama, tetapi market size sudah terisi penuh,” katanya lagi.

Negara juga harus hadir untuk memastikan bahwa dominasi produk yang ada di market place bukan barang impor. Karena fakta hari ini, tegas Lanyalla, hampir semua market place yang ada 90 persen menjual barang impor. 

“Penjualnya orang lokal, produknya impor. Ini tentu membuat prihatin, mengingat nilai transaksi belanja online kita, telah mencapai angka di kisaran 266 triliun rupiah. Dari angka itu, para penjual atau drop shipper di market place hanya mengambil margin dari harga jual sementara nilai tambah utamanya, ada pada produsen di luar negeri,” jelasnya.

Dengan perubahan dan situasi yang Dis-ruptif, menurut LaNyalla masih banyak yang harus dikerjakan dalam menyongsong masa depan dunia usaha dan dunia industri di Indonesia. Sehingga dalam beberapa kesempatan dirinya selalu mengungkapkan pentingnya membangun kekuatan dan kedaulatan di sektor-sektor strategis, terutama ketahanan Sektor Pangan. 

“Termasuk melakukan upaya sistematis untuk menjadikan Desa, sebagai wilayah terkecil, menjadi kekuatan ekonomi. Jangan sampai kita mengalami bencana demografi, dimana saat memasuki era ledakan jumlah penduduk usia produktif, lapangan pekerjaan tidak mampu untuk menyerap,” tuturnya.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas