Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Sultan Baktiar Najamudin Prihatin, Sebut Bullying Ancam Masa Depan Generasi Muda

Sultan Baktiar Najamudin soroti bahaya bullying dan dorong pembentukan satgas anti perundungan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Content Writer
zoom-in Sultan Baktiar Najamudin Prihatin, Sebut Bullying Ancam Masa Depan Generasi Muda
Dok. DPD RI
DORONG ANTI PERUNDUNGAN - Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin menyoroti maraknya kasus bullying di Indonesia. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, mengaku sangat prihatin dengan maraknya fenomena bullying atau perundungan yang terjadi di berbagai daerah saat ini.

Menurutnya, praktik bullying yang tidak ditangani secara serius dapat menimbulkan dampak fatal, bahkan berpotensi menyebabkan korban jiwa, terutama di era digital dan kebebasan bermedia sosial seperti sekarang.

"Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga korban meninggal dunia yang disebabkan oleh perilaku bullying. Peristiwa ini membutuhkan perhatian dan respon kebijakan khusus agar tidak terulang di masa depan," ujar Sultan melalui keterangan resminya pada Senin (24/11/2025).

Baca juga: Pernah Jadi Korban Bully, Hana Saraswati Prihatin Marak Kasus Perundungan

Mantan Ketua HIPMI Bengkulu itu mengungkapkan bahwa dampak bullying sama bahayanya dengan narkoba yang mengancam masa depan generasi bangsa.

"Oleh karena itu, kami mendorong pemerintah melalui kementerian dan lembaga terkait, baik Kementerian Pendidikan, Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Informasi dan Digitalisasi, juga tentunya pemerintah daerah agar segera membentuk satuan tugas (satgas) khusus anti bullying untuk mengatasi kedaruratan bullying di banyak daerah saat ini," tegas mantan aktivis KNPI itu.

Sultan mendorong agar pemerintah segera membatasi penggunaan media sosial oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun.

"Saya kira Indonesia perlu menyusul langkah pemerintah Australia yang telah resmi membatasi penggunaan media sosial oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun," tutupnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Diketahui, persoalan perundungan atau bullying di lingkungan sekolah terus menunjukkan tren peningkatan, merujuk pada data resmi berbagai lembaga. Kasus terbaru terjadi di SMPN 19 Tangerang Selatan, Banten, yang menyebabkan siswa berinisial MH meninggal dunia.

Baca juga: Korban Bully di SMPN 19 Tangsel Sempat 7 Kali Izin Tidak Masuk Sekolah, Ini Alasannya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas