Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Tiga Hal Penting Agar E-sport Jadi Olahraga Diperhitungkan di Indonesia

Chief Gaming Officer Genesis Dogma, Andrew Tobias mengatakan, E-Sport memiliki masa depan yang baik di Indonesia.

Tiga Hal Penting Agar E-sport Jadi Olahraga Diperhitungkan di Indonesia
Tangkap Layar/HO
Webinar yang membahas seputar perkembangan olahraga e-sports di Indonesia, Jumat (24/9/2021). 

Reynas Abdila/Tribunnews.com

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peminat olahraga elektronik atau E-Sport di Indonesia terus meningkat dalam dua dekade terakhir.

Hal ini seiring dengan berkembangnya teknologi digital.

Ketua Umum Indonesia E-Sport Association, Eddy Lim mengatakan, karena tingginya antusiasme masyarakat, sejumlah peminat olah raga ini sudah beberapa kali mengadakan event atau kompetisi E-sport di Indonesia.

Satu di antara yang terbesar adalah pada 2016, ketika Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan dunia E-Sport di Jakarta.

Baca juga: Turnamen Esports Bertajuk Super Esports Series 2021 Resmi Dibuka

“Kejuaraan ini diikuti 33 negara ,” ujar Eddy Lim dalam webinar Katadata Literasi Digital Talk’s yang diselenggarakan Jumat (24/09/2021).

Meski sudah berhasil menyelenggarakan turnamen tingkat dunia, menurut Eddy, perhatian pemerintah terhadap E-Sport belum maksimal.

Dukungan pemerintah terhadap jenis olah raga baru ini masih dibutuhkan agar para atletnya bisa terus mengharumkan nama Indonesia.

Menurut Eddy, agar E-Sport dapat menjadi olahraga yang diperhitungkan di Indonesia, sedikitnya ada tiga hal yang harus dilakukan, yakni olahraga fisik teratur, perkuat pengetahuan eksakta, dan terakhir memperbanyak turnamen.

Untuk poin terakhir, Eddy berharap ada lebih banyak dukungan dari pemerintah.

Chief Gaming Officer Genesis Dogma, Andrew Tobias mengatakan, E-Sport memiliki masa depan yang baik di Indonesia.

Ini kemudian juga membuka peluang agar atlet E-Sport dalam negeri bisa mengikuti kompetisi tingkat dunia untuk mengharumkan nama Indonesia.

“Atlet E-Sport bisa mengubah stigma negatif game online, karena itu sudah seharusnya didukung,” kata Andrew

Pemerintah juga telah menempatkan E-Sport sebagai cabang olah raga eksebisi dalam PON XX di Papua.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas