RRQ Hoshi Paparkan Evaluasi di Week 1 MPL Indonesia Season 17: PR Menumpuk!
RRQ Hoshi paparkan evaluasi hasil minor mereka di Week 1 MPL Indonesia Season 17 setelah dipecundangi NAVI dan ONIC dengan skor identik 2-0.
Penulis:
Muhammad Ali Yakub
Editor:
Arif Tio Buqi Abdulah
Ringkasan Berita:
- RRQ Hoshi start buruk di MPL ID S17 dengan menelan dua kekalahan beruntun dari Natus Vincere dan ONIC Esports dengan skor identik 0-2.
- Masalah utama ada di mid game dan adaptasi tempo: RRQ cukup kompetitif di early game, namun sering salah pengambilan keputusan dan lambat merespons tempo permainan lawan.
- Butuh evaluasi cepat untuk bangkit: Hasil ini jadi alarm dini, tanpa perbaikan strategi dan konsistensi, peluang RRQ untuk bersaing di papan atas bisa terancam.
TRIBUNNEWS.COM – RRQ Hoshi akhirnya buka suara terkait hasil kurang memuaskan yang mereka raih pada pekan pertama MPL Indonesia Season 17 (MPL ID S17).
Tim berjuluk Raja dari Segala Raja tersebut harus menelan dua kekalahan beruntun setelah tumbang 0-2 dari Natus Vincere (NAVI) dan juga 0-2 dari ONIC Esports.
Hasil ini tentu menjadi alarm awal bagi RRQ yang sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Berbicara mengenai pertandingan pada pekan pertama MPL ID S17, RRQ Hoshi buka suara mengenai hasil minor mereka melalui website pribadinya.
Menurutnya, permainan RRQ Hoshi masih belum rapi dan banyak melakukan kesalahan yang menjadi bumerang mereka sendiri.
Dihantam NAVI: Dari Tidak Siap hingga Gagal Menutup Game
Pada laga melawan NAVI, RRQ terlihat belum benar-benar “panas” sejak game pertama dimulai. Tim lawan langsung tampil agresif dan mendominasi jalannya pertandingan.
Game pertama menjadi mimpi buruk bagi RRQ. NAVI tampil tanpa ampun dengan skor kill telak 14-2.
Dominasi tersebut bukan sekadar kemenangan, melainkan pernyataan tegas bahwa mereka berada di level yang berbeda pada laga tersebut. RRQ bahkan terlihat kesulitan untuk sekadar mengembangkan permainan.
Baca juga: Jadwal MPL ID S17 Pekan Kedua: Misi Sulit RRQ Hoshi Pecah Telur
Memasuki game kedua, RRQ mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Mereka tampil lebih hidup dan sempat unggul 6-5 pada menit ke-8. Namun, momentum tersebut tidak mampu dipertahankan.
Masalah klasik kembali muncul, yakni pengambilan keputusan di fase mid hingga late game. Memasuki menit ke-10, NAVI perlahan membalikkan keadaan. RRQ yang sempat unggul justru kehilangan arah permainan, hingga akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor 9-14 setelah mengalami wipe out di menit ke-15.
Dari laga ini, terlihat jelas bahwa RRQ sebenarnya mampu memberikan perlawanan, tetapi belum memiliki kemampuan untuk mengunci kemenangan saat berada di posisi unggul.
Tumbang dari ONIC: Kalah Rapi dan Kalah Cepat
Saat menghadapi ONIC, RRQ sejatinya tampil lebih kompetitif, terutama di game pertama.
Pertandingan berjalan cukup seimbang dari early hingga late game tanpa dominasi yang mencolok. Namun, ONIC menunjukkan kualitas permainan yang lebih rapi dan disiplin.
Tekanan di lane yang lebih efektif, rotasi yang terstruktur, serta eksekusi macro play yang lebih bersih membuat ONIC mampu mengontrol jalannya pertandingan secara perlahan. RRQ seperti “dicekik” secara bertahap hingga akhirnya kalah dengan skor 13-10 di menit ke-15.
Berbeda dengan game pertama, game kedua justru berjalan timpang. ONIC langsung meningkatkan tempo permainan sejak early game dan tidak memberi ruang bagi RRQ untuk berkembang.
Baca tanpa iklan