Pemilukada Kalbar Diwarnai Aroma Incumbent
Menjelang hasil final penghitungan perolehan suara Pemilukada di Kalimantan Barat, menarik untuk mereview kembali kekhasan para kandidat yang bertarung. Aroma incumbent begitu kental terasa, jika menelaah latar belakang sejumlah kandidat.
Editor:
Juang Naibaho
TRIBUNNEWS.COM, PONTIANAK - Menjelang hasil final penghitungan perolehan suara Pemilukada di Kalimantan Barat, menarik untuk mereview kembali kekhasan para kandidat yang bertarung. Aroma incumbent begitu kental terasa, jika menelaah latar belakang sejumlah kandidat.
Di Ketapang dan Bengkayang, ada dua "putra mahkota" incumbent. Ayah keduanya sama-sama telah mencapai periode kedua, sehingga tak mungkin mencalonkan kembali. Keduanya adalah Yasir, putra Bupati Morkes Effendy di Ketapang, dan Darwis, putra Bupati Yacobus Luna di Bengkayang. Kemudian di Melawi, ada istri mendiang incumbent Suman Kurik, Yustina Indan.
Yustina menjadi rival bagi incumbent wakil mendiang suaminya, Firman Muntaco. Lalu di Kapuas Hulu, ada adik incumbent Bupati Thambul Husin, yakni Nasir.
Thambul sendiri sudah mencapai dua periode kekuasaan. Nah, di dua kabupaten, baik incumbent bupati maupun wakil pecah kongsi. Masing-masing "berlayar" dengan perahu berbeda.
Ada incumbent Bupati Milton Crosby yang menjadi rival bagi wakilnya, Jarot Winarno. Kemudian di Sekadau incumbent Bupati Simon Petrus versus wakilnya Abun Ediyanto.
Jika mereka menjadi pemenang, berarti para incumbent tak sia-sia "menitipkan" tongkat estafet kepemimpinannya.(*)
Baca tanpa iklan