Aksi Konyol Tepak Bola Matthijs de Ligt Biang Kerok Tersingkirnya Belanda, Lamban dan Salah Langkah
Matthijs de Ligt yang terpeleset, kalah langkah dan posisi dari Patrik Schick, menggunakan tangannya untuk 'menepak' bola sesaat sebelum dia jatuh.
Penulis: Hasiolan Eko P Gultom

TRIBUNNEWS.COM - Jika ada yang harus disalahkan atas gugurnya Belanda di babak 16 besar EURO 2020 seusai ditekuk Republik Ceko 0-2, Matthijs de Ligt adalah orangnya.
Bek tengah Juventus itu dianggap sebagai biang kerok kekalahan Belanda lantaran kartu merah yang diterimanya.
Matthijs de Ligt dihadiahi kartu merah atas aksi konyolnya menghalau bola menggunakan tangan saat berduel dengan striker Republik Ceko, Patrik Schick.
Awalnya, wasit Sergei Karasev hanya mengganjar de Ligt dengan kartu kuning pada insiden yang terjadi pada menit ke-55 tersebut.
Baca juga: Inggris Vs Jerman, Skandal UEFA Dituding Untungkan Inggris, Loew Ngamuk Tak Bisa Latihan di Wembley

Namun, protes pemain Republik Ceko membuat Sergei memutuskan menggunakan VAR untuk menilai aksi Matthijs de Ligt.
Dari tayangan, tampak Matthijs de Ligt yang terpeleset, kalah langkah dan posisi dari Patrik Schick, menggunakan tangannya untuk 'menepak' bola sesaat sebelum dia jatuh.
Aksi konyol ini membuat kesempatan Patrik Schick mencetak gol yang tinggal berhadapan dengan kiper Belanda, Maarten Stekelenburg, menjadi sirna.
Seusai melihat VAR, Sergei mantap memberikan kartu merah buat Matthijs de Ligt.
Kalah jumlah pemain, Belanda akhirnya takluk dua gol dari Tomas Holes di menit ke-68 lewat sundulan dan Patrik Schick di menit ke-80 lewat sebuah serangan balik cepat.
Baca juga: Belanda Vs Republik Ceko, Awas De Oranje Bisa Tersingkir Lagi Saat Sedang Tinggi-tingginya
Lamban dan Salah Langkah
Peforma Matthijs de Ligt mendapat sorotan dari legenda Manchester United dan Timnas Inggris, Gary Neville.
Neville yang kini berganti baju menjadi pengamat dan komentator sepakbola menilai Matthijs de Ligt memang tampil lamban pada laga tersebut.
"De Ligt tampil lamban pada babak pertama," kata dia.
Baca juga: Inggris Vs Jerman, Skandal UEFA Dituding Untungkan Inggris, Loew Ngamuk Tak Bisa Latihan di Wembley
"Dia salah posisi. Sebagai seorang bek, Anda hanya akan terpeleset saat salah posisi. Sebetulnya dia mencoba memperbaiki posisinya (lewat tepakan bola pakai tangan). Benar-benar cara bertahan yang menyedihkan," kata Neville.
Dia juga menyebut, kartu merah Matthijs de Ligt memang penyebab utama kekalahan Belanda.

Melawan10 orang pemain, kata Neville, hanya masalah waktu bagi Republik Ceko sebelum akhirnya mencetak gol.
Adapun perlawanan Belanda, papar Neville, benar-benar tuntas saat Republik Ceko mencetak gol kedua.
Terlepas dari kesalahan yang dibuat sang bek, Neville menyampaikan simpatinya ke Matthijs de Ligt. Neville menyayangkan bek berusia 21 tahun tersebut berbuat kesalahan fatal di momen krusial yang berujung kekalahan Belanda.
"Saya merasa kasihan pada Matthijs de Ligt yang harus menghadapi situasi yang ada," kata Neville.
Sudah Diwanti-wanti Jangan Besar Kepala
Kesalahan fatal seperti yang dibuat Matthijs de Ligt sebenarnya sudah menjadi perhatian asisten pelatih Belanda, Ruud van Nistelrooy.
Sebelum laga Nistelrooy mengingatkan para pemain bahwa mental yang kuat akan menjadi faktor krusial pada fase gugur EURO 2020.
“Saya sudah bicara dengan para pemain. Mereka tidak boleh terlalu lengah," kata Nistelrooy sebelum pertandingan.
Baca juga: Belanda Vs Republik Ceko, Awas De Oranje Bisa Tersingkir Lagi Saat Sedang Tinggi-tingginya

Nistelrooy menjelaskan, pada fase penyisihan, kesalahan seperti yang dilakukan De Ligt masih bisa ditolerir.
Namun pada babak knock-out, sebuah kesalahan bisa berujung fatal. Ujaran yang terbukti pada laga melawan Republik Ceko.
“Pada fase grup, ada momen ketika tim bisa melakukan kesalahan dan itu tidak apa-apa. Artinya, tekanan pada fase grup berbeda,” ucap Van Nistelrooy.
“Sementara itu pada fase gugur setiap tim harus mengerahkan segalanya atau tidak sama sekali. Itu yang harus pemain camkan,” ujar Nistelrooy.
Belanda Ulangi Memori Buruk
Kekalahan di fase gugur ini mengulangi memori buruk Belanda pada turnamen Internasional.
Sebelumnya, memori pahit Belanda terjadi saat tersingkir di ajang Piala Dunia 2006 dan Piala Eropa 2008.
Pada dua turnamen itu, mirip pada situasi EURO 2020 saat ini, Belanda juga trengginas di fase grup.
Hasil identik, Belanda juga justru tersungkur di babak 16 besar.
Belanda saat itu tampil sangat bagus pada fase grup.
Baca juga: Tenaga Lionel Messi Dikuras Timnas Argentina, Pelatih Ungkap Sang Kapten Kelelahan
Mereka menjadi runner-up Grup C dengan 7 poin dan meraih angka sama dengan Argentina yang memuncaki grup, serta hanya kalah urusan selisih gol.
Di Piala Eropa 2008, Belanda menguasai Grup C yang menjadi grup neraka bersama Italia, Prancis, dan Rumania.
Van Nistelrooy dkk tampil perkasa dan menjadi juara grup dengan poin sempurna, yaitu 9.
Baca juga: Merasa Kasihan ke Lionel Messi, Sosok Ini Sebut Timnas Argentina Ditangani Pelatih Tak Becus
Akan tetapi, langkah Belanda antiklimaks pada kedua turnamen itu.
Mereka kalah 0-1 oleh Portugal pada 16 Besar Piala Dunia 2006.
Di Piala Eropa 2008, secara mengejutkan tim Negeri Kincir Angin dikandaskan Rusia 1-3 pada babak perempat final.
Pada gelaran EURO 2020 kali inim De Oranje juga melaju ke fase gugur secara meyakinkan.
Mereka mengantongi poin sempurna yaitu 9, karena memenangi tiga laga di Grup C.
Adapun Republik Ceska lolos sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik. Mereka lolos dari Grup E dengan empat poin.