Amalan-Amalan Sunnah di Bulan Dzulhijjah, Banyak Pahala dan Keutamaannya
Memasuki bulan Dzulhijjah, ada beberapa amalan sunnah yang bisa dilakukan oleh umat muslim untuk meraih pahala.
Penulis:
Arif Tio Buqi Abdulah
Editor:
Muhammad Renald Shiftanto
Adapun jika niat kurban muncul ketika tanggal 10 Dzulhijjah, maka larangan itupun tidak berlaku.
Perintah larangan memotong kuku dan rambut ini berlaku pada orang yang ingin berkurban, bukan pada hewan yang akan disembelih.
Adapun maksud dari perintah larangan ini, agar Allah berkenan mengampuni dosa-dosa shahibul qurban ketika hewan kurbannya disembelih.
"Jadi begitu hewan kurbannya disembelih dari ujung rambut sampai dengan ujung kuku itu Allah berkenan mengampuni."
"Khawatir ketika belum diampuni sudah dipotong, terpisahlah bagian dari dirinya, bersaksi di akhirat nanti, padahal sebagian dosa-dosanya telah diampuni dihadapan Allah SWT," jelasnya.
Baca: Tips Mengatur Keuangan Agar Bisa Menunaikan Ibadah Kurban Setiap Tahun
Baca: Menjual Kulit Hewan Kurban Lalu Hasilnya Dishodaqohkan Kepada Fakir Miskin, Bolehkah?
Shalat Idul Adha
Idul adha disebut juga ‘Idul-Qurban atau hari raya kurban, karena pada hari itu dilaksanakan ibadah kurban.
Iduladha dirayakan dengan mengerjakan shalat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban.
Ada beberapa anjuran sebelum melaksanakan Shalat Idul Adha, diantaranya yakni berhias dengan memakai pakaian bagus dan wangiwangian.
Selain itu, dianjurkan berpuasa sejak fajar sampai dengan selesai shalat Id.
Dianjurkan untuk berangkat dengan berjalan kaki dan pulang melalui jalan lain, sambil bertakbir.
Memperbanyak Dzikir dan Shalat
Dianjurkan untuk banyak membaca tahlil, takbir, tahmid, mengerjakan amal shaleh, terutama pada tanggal 1- 10 Dzulhijjah, bagi yang tidak sedang berhaji.
Rasulullah saw. memberikan tuntunan agar pada awal awal bulan Zulhijjah umat Islam meningkatkan amal saleh dan memperbanyak bacaan tahlil, tahmid dan takbir.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Nabi saw. Beliau bersabda, ”Tiada harihari dimana amal shalih paling utama di sisi Allah dan paling dicintai-Nya melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Perbanyaklah pada hari itu dengan Tahlil, Takbir dan Tahmid.” (HR. Ahmad).
(Tribunnews.com/Tio)