Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Menkes Khawatirkan Pemerintah Saudi Tentukan Jenis Vaksin Tertentu bagi Calon Jamaah Haji 

Menkes khawatir jika nantinya Pemerintah Arab Saudi ternyata menentukan jenis vaksin tertentu yang telah diberikan kepada calon jamaah haji. 

Menkes Khawatirkan Pemerintah Saudi Tentukan Jenis Vaksin Tertentu bagi Calon Jamaah Haji 
Rusman - Biro Pers Sekretariat Presiden
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2021 masih ditunggu-tunggu kabarnya oleh calon jamaah haji Indonesia. 

Kabarnya, pemerintah Arab Saudi akan memberikan kesempatan bagi calon jamaah haji Indonesia dengan jumlah terbatas. 

Terkait hal itu, Budi mengkhawatirkan jika nantinya Pemerintah Arab Saudi ternyata menentukan jenis vaksin tertentu yang telah diberikan kepada calon jamaah haji. 

"Yang saya khawatir kalau pemerintah Saudi menentukan jenis vaksinnya apa, nah ini sedang kita terus menjaga komunikasi karena nanti akan jadi sulit kalau dibatasi jenis vaksinnya," ujar Budi, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (8/4/2021).

Baca juga: Soal Ibadah Haji, Menag Yakin Presiden Jokowi Sudah Say Hello ke Kerajaan Saudi

Budi mengatakan nantinya setiap calon jamaah haji memang diharuskan untuk divaksinasi terlebih dahulu.

Syarat ini berlaku pula bagi calon jamaah haji dengan usia di atas 60 tahun. 

"Nah dari 57.000 orang calon jamaah haji di atas 60 tahun yang saya lihat 67 persen sudah mulai vaksinasinya, jadi seenggaknya siap dululah, kalau misalnya dikasih 100.000 ya setengahnya sudah kita vaksin," jelas Budi.

Baca juga: Wamenag: Kemungkinan Indonesia Dapat Izin Berangkatkan Jemaah Haji Masih Terbuka

Sementara terkait paspor vaksinasi bagi calon jamaah haji, Budi mengaku masih membicarakan hal tersebut dengan Kementerian Luar Negeri.

Sebab, meski sudah divaksinasi, tak menutup kemungkinan mereka masih bisa terpapar covid-19. 

"Oleh sebab itu, para epidemiolog ini bilang paspor vaksin baru make sense kalau sebagian besar penduduk di negara yang membuka travel koridor itu sudah divaksinasi," ujarnya.

Penulis: chaerul umam
Editor: Theresia Felisiani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas