Cuaca Madinah Capai 35 Derajat, Ini 6 Tips Bertahan di Tengah Panas bagi Jemaah Haji Indonesia 2025
Jemaah haji Indonesia menghadapi suhu 35°C di Madinah. Ini 6 tips bertahan hidup di cuaca panas agar ibadah tetap lancar dan tubuh sehat.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Glery Lazuardi
TRIBUNNEWS.COM, MADINAH - Bayangkan berjalan kaki di bawah terik matahari 35 derajat Celcius dengan kelembapan hanya 14 persen.
Bukan di pantai, tapi di Madinah, saat ibadah haji.
Bisa kebayang panasnya, kan?
Itulah tantangan yang sedang dihadapi jemaah haji Indonesia tahun ini.
Tapi tenang, ada enam cara sederhana tapi penting yang bisa dilakukan agar tubuh tetap kuat dan ibadah tetap lancar, meski cuaca terasa membakar.
Baca juga: Menyambut Senyum Partinem dan 457 Jemaah Haji Disabilitas Lain di Tanah Suci
Suhu Panas, Tantangan Serius di Tanah Suci
Jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Tanah Suci sejak Senin, 5 Mei 2025.
Dan begitu tiba di Madinah, mereka langsung dihadapkan pada suhu yang cukup ekstrem—mencapai 35 derajat Celcius, dengan kelembapan hanya 14 persen.
“Bagi jemaah haji yang sudah tiba di Madinah, cuaca hari ini diperkirakan bisa mencapai 35 derajat celcius,” ujar Akhmad Fauzi, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, dalam konferensi pers yang digelar hari itu.
Cuaca panas bukan sekadar tidak nyaman—kalau tidak ditangani dengan benar, bisa berbahaya. Dehidrasi, kelelahan, hingga heatstroke bisa mengintai siapa saja.
Maka, para jemaah perlu tahu cara menjaga diri.
6 Cara Bertahan di Tengah Cuaca Panas
Berikut beberapa langkah yang disarankan agar para jemaah tetap aman dan ibadah tetap maksimal:
- Perbanyak minum air putih. Jangan tunggu haus. Di cuaca panas, tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
- Gunakan pelindung kepala dan pakaian longgar. Topi lebar, payung, atau kain penutup kepala sangat membantu. Pilih baju yang adem dan menyerap keringat.
- Ikuti arahan petugas haji dan ketua kloter. Mereka sudah terlatih menghadapi situasi seperti ini. Jangan ragu untuk bertanya atau minta bantuan.
- Manfaatkan waktu istirahat. Jangan terlalu memaksakan diri untuk beraktivitas terus-menerus di luar ruangan.
- Gunakan fasilitas hotel untuk beribadah. Jika terasa terlalu panas di luar, lebih baik shalat di hotel yang lebih sejuk dan nyaman.
- Jangan segan minta bantuan. Petugas haji siap siaga. Jika merasa lemas atau tidak enak badan, segera beri tahu.
“Kami siap membantu kapan pun diperlukan,” tegas Akhmad Fauzi.
Baca juga: Kisah Maimunah Mewakili Ibunda Jadi Jemaah Haji, Gunakan Perlengkapan Sang Ibu Ibadah di Tanah Suci
Jangan Anggap Sepele, Cuaca Bisa Jadi Ujian Tambahan
Ibadah haji memang ujian spiritual, tapi juga ujian fisik.
Cuaca panas di Madinah adalah bagian dari itu.
Dengan persiapan yang baik, jemaah bisa tetap fokus menjalankan ibadah tanpa terganggu oleh kondisi cuaca.
Lantas, bagaimana dengan kamu? Kalau berada di posisi jemaah haji saat ini, apa langkah pertama yang akan kamu lakukan untuk bertahan dalam cuaca ekstrem?
Baca tanpa iklan