Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

3 Tips Jemaah Haji Hadapi Cuaca Ekstrem di Makkah dan Madinah

Di Tanah Suci, suhu pada siang hari bisa mencapai 42 derajat Celcius, Kepala Daker Makkah mengimbau para jemaah untuk tidak mengabaikan kesehatan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 3 Tips Jemaah Haji Hadapi Cuaca Ekstrem di Makkah dan Madinah
Tribunnews.com/ Dewi Agustina
JEMAAH HAJI - Suasana jemaah haji melaksanakan umrah wajib di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Minggu (11/5/2025) sore. Di Tanah Suci, suhu pada siang hari bisa mencapai 42 derajat Celcius, Kepala Daker Makkah mengimbau para jemaah untuk tidak mengabaikan kesehatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Jemaah haji yang baru tiba di Madinah dan Makkah akan merasakan perbedaan suhu yang cukup drastis dibandingkan kondisi di Tanah Air. 

Di Tanah Suci, suhu pada siang hari bisa mencapai 42 derajat Celcius, dengan udara yang cenderung kering dan minim kelembapan. 

Bahkan pada malam hari, suhu masih berkisar 31 derajat Celcius.

Menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem ini, Kepala Daker Makkah, Ali Machzumi, mengimbau para jemaah untuk tidak mengabaikan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Ia pun membagikan tiga tips utama yang perlu diperhatikan agar jemaah tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah dengan lancar.

3 Tips Jemaah Haji Hadapi Cuaca Ekstrem di Makkah dan Madinah

1. Hemat Tenaga dan Pilih Waktu Tepat untuk Ibadah

Ali menyarankan, agar jemaah tidak memaksakan diri melaksanakan salat di Masjidil Haram saat siang hari.

Suhu yang sangat tinggi berisiko menyebabkan kelelahan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengimbau agar jemaah memilih waktu petang untuk salat di Masjidil Haram, yakni saat Magrib, Isya, dan Subuh.

"Melihat cuaca terik, jemaah sebaiknya salat di hotel pada waktu siang hari. Di hotel sudah tersedia musala. Walaupun siangnya salat di hotel, insya Allah pahalanya akan sama dengan di Masjidil Haram," ujar Ali, dikutip dari laman resmi Kemenag.

Hal ini juga berkaitan masa tinggal jemaah yang cukup panjang di Makkah hingga menjelang puncak haji (Armuzna) pada 5 Juni 2025. 

Baca juga: Jemaah Haji Asal Babel Meninggal di Madinah, Keluarga: Titip Pesan Salat dan Baca Al-Quran

Karena itu, jemaah diimbau menyimpan tenaga, terutama saat baru tiba di Makkah setelah perjalanan panjang.

2. Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Cuaca panas dan kering di Makkah dapat memicu dehidrasi, terutama jika aktivitas dilakukan di luar ruangan.

Oleh karena itu, Ali menekankan pentingnya konsumsi air putih secara rutin.

"Selalu membawa air minum untuk menghindari dehidrasi. Minimal dua liter sehari. Ini penting karena suasana di kota Makkah cukup panas, dengan lingkungan bebatuan dan padang pasir," jelasnya.

3. Gunakan Pelindung dari Terik Matahari

Selain menjaga asupan cairan, jemaah juga diimbau untuk melindungi diri dari paparan langsung sinar matahari.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas