Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

7 Perbedaan Haji dan Umroh, dari Durasi hingga Biaya

Menjelang musim haji tahun ini, masyarakat Muslim di seluruh dunia kembali mempersiapkan diri untuk menunaikan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Suci BangunDS
zoom-in 7 Perbedaan Haji dan Umroh, dari Durasi hingga Biaya
Canva/Tribunnews.com
ILUSTRASI HAJI - Ilustrasi Haji 2025 yang dibuat di Canva Premium pada Kamis (24/4/2025). Berikut penjelasan mengenai perbedaan haji dan umroh. 

TRIBUNNEWS.COM - Menjelang musim haji tahun ini, masyarakat Muslim di seluruh dunia kembali mempersiapkan diri untuk menunaikan rukun Islam kelima, yaitu ibadah haji

Di sisi lain, ibadah umroh yang juga dilakukan di Tanah Suci sering kali dianggap serupa. 

Meski keduanya dilakukan di Mekkah dan Madinah serta memiliki beberapa ritual yang sama, haji dan umroh memiliki sejumlah perbedaan mendasar.

Dikutip dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Bacan Amil Zakat Nasional (Baznas), berikut adalah perbedaan haji dan umroh:

1. Dasar Hukum

Dasar hukum pelaksanaan ibadah haji adalah firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 97, yang artinya:

فِيهِ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَٰلَمِينَ

Fīhi āyātum bayyinātum maqāmu ibrāhīm, wa man dakhalahụ kāna āminā, wa lillāhi ‘alan-nāsi ḥijjul-baiti manistaṭā’a ilaihi sabīlā, wa mang kafara fa innallāha ganiyyun ‘anil-‘ālamīn

“Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam”

Rekomendasi Untuk Anda

Sedangkan hukum umroh masih terdapat perselisihan di kalangan para ulama. 

Menurut pendapat al-adhhar (yang kuat) hukumnya wajib. Sementara menurut pendapat muqabil al-adhhar (yang lemah), hukum umroh adalah sunnah (Syekh Muhammad al-Zuhri al-Ghamrawi, al-Siraj al-Wahhaj, hal.151)

Baca juga: DPR Kritik Maskapai yang Angkut Jemaah Haji karena 2 Kali Transit, Waktu Perjalanan Jadi 19 Jam

2. Rukun

Rukun haji terdiri atas lima: ihram, wukuf di Arafah, tawaf, sa’i, dan memotong rambut.

Kelima rukun ini wajib dilakukan agar haji sah.

Rukun umroh terdiri atas empat: niat ihram, tawaf, sa’i, dan memotong rambut.

Perbedaan rukun haji dan umroh terletak pada wukuf di Arafah yang hanya ada dalam haji.

3. Waktu Pelaksanaan

Haji dilaksanakan pada bulan Dzulhijjah, mulai awal bulan hingga 13 Dzulhijjah.

Puncaknya terjadi pada Idul Adha (10 Dzulhijjah).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas